Paris, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki ‘lelah’ dengan proses keanggotaan Uni Eropa yang lamban. Sebab, pihaknya sudah lama meminta untuk bergabung dengan kelompok itu.
Erdogan mengatakan hal itu pada hari Jumat saat berkunjung ke Paris untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
“Kami tidak dapat terus meminta menjadi anggota Uni Eropa, tolong ‘bawa’ kami sekarang juga,” kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers bersama.
Ia menuduh Uni Eropa sengaja meninggalkan Turki, yang “menunggu di luar pintu blok tersebut” selama beberapa dekade.
Turki mengajukan keanggotaan Uni Eropa, sebelumnya bernama Masyarakat Ekonomi Eropa, pada tahun 1987. Turki sebenarnya telah memenuhi syarat untuk menjadi anggotaan Uni Eropa pada tahun 1997 dan perundingan aksesi pun dimulai pada tahun 2005. Namun, perundingan ini dibekukan, tanpa alasan yang jelas.
“Ketika kami menanyakan alasannya, Uni Eropa tidak dapat menjawabnya, dan pada awalnya mereka mencegah kami melalui 15 bab kebijakan UE, kemudian jumlah bab yang terkait dengan kami meningkat menjadi 35,” paparnya dikutip Aljazeera.
Untuk menjadi anggota blok tersebut, Turki harus berhasil menyelesaikan negosiasi dengan Uni Eropa dalam 35 bab kebijakan yang melibatkan reformasi dan penerapan standar Eropa. [Rusdiono Mukri]





















