Bogor, Gontornews – Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) kembali menggelar INSISTS Camp di Villa Robinson, Cisarua, Bogor, 24-26 Juli 2026. Acara yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah tersebut sekaligus menjadi wadah pembinaan intelektual dan media bagi generasi muda melalui kajian pemikiran Islam, diskusi, bedah buku, serta pembinaan karakter.
Direktur Eksekutif INSISTS, Dr Henri Shalahuddin mengatakan acara ini dirancang untuk menumbuhkan tradisi berpikir yang kritis, sistematis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Secara khusus, Henri mengungkapkan tema yang diusung dalam salah satu program andalan INSISTS ini yaitu “Bina Ketahanan Keluarga untuk Generasi Berdaya.”
“Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini secara maksimal sekaligus menjadi wadah dalam membina dan menjaga ketahanan keluarga,” kata Henri saat membuka acara INSISTS Camp 2026 di Aula Villa Robinson Cisarua, Jumat (24/7/2026).
Henri menambahkan, peserta juga diharapkan tidak hanya memperoleh materi di ruang kelas, tetapi juga didorong untuk mengembangkan kemampuan berdialog, menganalisis persoalan masyarakat, dan menawarkan solusi berbasis keilmuan.
Dalam susunan acara yang diterima gontornews, kegiatan INSISTS Camp 2026 dibagi menjadi delapan sesi. Sementara pemateri berasal dari sejumlah peneliti INSISTS dan cendekiawan muslim seperti Dr Wido Supraha, Arif Afandi Zarkasyi MA, Dr H Ahmad Zayadi, Dr Henri Shalahuddin Dr Akmal Sjafril, Assoc Prof Dr Ugi Suharto, Prof Syamsuddin Arif MA, hingga Prof Dr Hamid Fahmy Zarkasyi MA M.Phil sebagai keynote speaker.
Panitia INSISTS Camp 2026, Mohamad Syam’un Salim, berharap selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi yang dipandu para akademisi dan cendekiawan. Beberapa materi yang di antaranya tentang krisis identitas Muslim, mempersiapkan generasi beradab dari keluarga, membina keluarga lewat pemahaman konsep Al-Din Syed Muhammad Naquib Alattas hingga tantangan keluarga masa kini dalam telaah para ulama.
Melalui INSISTS Camp 2026, Henri berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik sembari terus berupaya untuk membina ketahanan keluarga demi menciptakan generasi Indonesia yang berdaya. [Mohamad Deny Irawan]






















