Bogor, Gontornews – Ketua Yayasan Amanah Insantama, Ir H Ahmad Soim, mengajak para guru untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang. Menurutnya, perubahan zaman menuntut guru tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat dalam menjalankan profesinya.
Pesan tersebut disampaikan Ustadz Ahmad Soim saat memberikan sambutan pada “Workshop Penguatan Kapasitas Guru dalam Pencegahan dan Penanganan Awal Isu Penyimpangan Seksual” yang diselenggarakan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang, Kabupaten Bogor, di Aula SMPIT Insantama Leuwiliang, Sabtu (18/7/2026).
Mengawali sambutannya, Ahmad Soim mengutip sebuah peribahasa, “Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.” Menurutnya, peribahasa tersebut menggambarkan bahwa setiap zaman memiliki tantangan yang berbeda.
“Zaman kita dulu berbeda dengan zaman anak-anak sekarang. Karena itu, guru harus terus belajar agar mampu memahami karakter dan kebutuhan peserta didik pada masa kini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Guru dituntut memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang terus berkembang agar mampu memberikan pendidikan yang berkualitas sekaligus menjadi teladan bagi peserta didik.
“Guru harus senantiasa meningkatkan kapasitas dirinya agar mampu mendidik anak dengan baik. Kita harus menjadi guru yang mumpuni, yang terus belajar mengikuti perkembangan zaman,” kata alumnus IPB University itu.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Soim juga mengingatkan bahwa profesi guru hendaknya dijalankan bukan semata-mata karena pertimbangan materi, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.
“Menjadi guru jangan karena alasan materi atau motivasi madiyah, tetapi karena ihsan. Yang menjadi penggerak alasan ruhiyah,” tuturnya.
Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Surat Ar-Rahman ayat 60 yang berbunyi, “Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).” Ayat tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa setiap amal baik yang dilakukan dengan ikhlas akan memperoleh balasan terbaik dari Allah SWT.
Selain itu, ia juga mengutip Surat Al-Isra ayat 7, yang menegaskan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan sesungguhnya akan kembali kepada diri pelakunya.
“Jika kamu berbuat baik, sesungguhnya kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, maka akibatnya kembali kepada dirimu sendiri.”
Berdasarkan pesan kedua ayat tersebut, Ustadz Soim mengajak seluruh guru menjadikan nilai ihsan sebagai fondasi utama dalam bekerja dan mengabdi.
“Guru harus bekerja atas dasar ihsan. Apa yang kita lakukan bukan semata-mata untuk sekolah, tetapi untuk diri kita sendiri sebagai bekal menghadap Allah SWT kelak,” ujarnya.
Tantangan Pendidikan
Menurut Ahmad Soim, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi digital hingga berbagai persoalan sosial yang mempengaruhi kehidupan peserta didik. Oleh karena itu, guru harus memiliki semangat belajar sepanjang hayat agar mampu memberikan solusi yang tepat bagi setiap persoalan yang dihadapi di lingkungan sekolah.
Ia berharap kegiatan seperti workshop ini tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga memperkuat komitmen guru untuk terus meningkatkan profesionalisme sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman dalam menjalankan tugasnya.
Workshop yang diikuti oleh guru SDIT Insantama, SMPIT Insantama, Insantama Boarding School, serta pengurus Yayasan Amanah Insantama tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memperkuat kapasitas pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan berkarakter islami.
Melalui penguatan kompetensi dan pembinaan spiritual, Yayasan Amanah Insantama berharap guru dapat menjadi pendidik yang profesional, adaptif terhadap perubahan zaman, serta mampu mendidik generasi Muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. []






















