Bogor, Gontornews – Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor resmi membuka gelaran kompetisi syiar Islam bergengsi: Festival Hadrah dan Qasidah Piala Rektor INAIS 2026. Mengusung tema “Merajut Harmoni dalam Nada Islami”, acara berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Ahad, 29–30 Agustus 2026, di Auditorium Bale Edi Raya, Kampus INAIS Gunung Menyan, Pamijahan, Bogor. Lomba ini menjadi panggung kreativitas seni islami terbesar bagi kalangan pelajar dan ibu-ibu majelis taklim di wilayah Bogor Raya.
Kompetisi perdana tahun ini diikuti oleh 25 tim peserta lintas generasi. Kategori Festival Hadrah diikuti oleh 12 tim terbaik dari tingkat SMA, SMK, MA, dan pondok pesantren sederajat. Sementara itu, Kategori Festival Qasidah dimeriahkan oleh 13 grup yang mewakili berbagai majelis taklim se-Bogor Raya. Seluruh peserta bersaing ketat untuk memperebutkan piala, sertifikat, merchandise eksklusif dari sponsor, serta uang pembinaan dengan total jutaan rupiah.
Dalam sambutan pembukaannya, Rektor INAIS Prof Dr Farah Fahma STP MT, menegaskan pentingnya menjaga tradisi syiar di tengah perkembangan zaman dan menyoroti tiga poin utama, pelestarian budaya Islam, peran generasi muda dan ibu-ibu, serta posisi INAIS sebagai wadah pendidikan yang relevan.
“Festival ini adalah bukti nyata bahwa seni islami seperti Hadrah dan Qasidah tetap memiliki tempat di hati generasi muda dan masyarakat Bogor Raya. Melalui Auditorium Bale Edi Raya ini, INAIS berkomitmen menjadi motor penggerak yang menyatukan akademisi, pelajar, dan majelis taklim untuk terus menghidupkan syiar Islam yang sejuk, kreatif, dan penuh harmoni,” ujar Rektor INAIS.
Pentingnya syiar dan pelestarian budaya, serta menekankan bahwa kesenian hadrah dan qasidah bukan sekadar hiburan, melainkan media dakwah (syiar) yang efektif. Di tengah gempuran budaya modern, kompetisi ini menjadi benteng untuk menjaga identitas Islam yang moderat, santun, dan kreatif di Bogor Raya. Keunikan acara ini adalah pertemuannya antara energi muda dari siswa-siswi SMA/SMK/MA/pesantren dan semangat para ibu dari majelis taklim. Hal ini merupakan bentuk keharmonisan umat dalam menjaga tradisi islami tetap hidup di semua lini usia.
Melalui festival ini, Prof Farah juga menegaskan bahwa Kampus INAIS Bogor tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat untuk mendukung kegiatan positif dan membina talenta lokal.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif Yayasan Wakaf Sahid Husnul Khotimah (YWSHK), Al Ustadz Ilham Alamsyah SPd ME, turut memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme besar dari para peserta yang memadati Auditorium Bale Edi Raya sejak pagi hari. Kehadiran peserta lintas generasi ini dinilai sebagai simbol kuatnya ukhuwah Islamiyah di wilayah Bogor.
Keberhasilan festival megah ini didukung penuh oleh jajaran sponsor utama dan mitra strategis, antara lain: Sahid Tour and Travel, Umrah dan Haji Jakarta, Bejo Jahe Merah (Jahira) dari Kalbe Consumer Health, Divisi Regional Bogor, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Amanah Ummah Bogor, Palak Centre Bogor, Sangkuriang Lapis Talas, Outlet Cibanteng Bogor, CV Dinamika Potensi Indonesia dan Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) NJ Pamijahan.
Camat Pamijahan, Eka Novari, S.TP., M.A., hadir dan membuka secara resmi festival hadrah dan qasidah memperebutkan Piala Rektor INAIS 2026 itu. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa untuk kedua kalinya ia hadir di Kampus INAIS dan mengapresiasi keberadaan perguruan tinggi di wilayah Kecamatan Pamijahan ini sebagai aset wilayah yang harus didukung untuk pengembangan pendidikan formal bagi masyarakat di sekitarnya, termasuk dalam hal pelestarian seni bernuansa islami seperti hadrah dan qasidah di semua kalangan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival yang juga merupakan salah satu dosen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam INAIS, Hafidz Fadillah SKomI ME, menambahkan bahwa festival ini dikelola bersama dengan para mahasiswa secara profesional untuk memberikan dampak yang luas. Festival ini terbuka untuk umum dan berlangsung dari pagi hingga selesai. Selain menyaksikan perlombaan seni islami, para pengunjung yang hadir di Kampus INAIS juga dapat menikmati berbagai produk lokal dan kuliner UMKM warga di sekitar Kampus INAIS yang tersedia di area festival.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme yang luar biasa tahun ini. Mengelola acara yang dapat mempertemukan dua generasi berbeda, anak-anak sekolah dan ibu-ibu majelis taklim, merupakan tantangan manajemen yang luar biasa. Melalui festival ini, kami di INAIS juga ingin memperlihatkan bahwa syiar Islam bisa dikemas secara profesional, kompetitif, sekaligus menggerakkan potensi ekonomi kreatif dan UMKM lokal di sekitar Bogor Raya,” jelas Hafidz Fadillah.
Festival hadrah dan qasidah Piala Rektor INAIS perdana tahun ini dimenangkan oleh:
- Kategori Hadrah: Juara 1 diraih oleh Al Hidmah, Juara 2 SMK Wali Songo 2, Juara 3 Darussalam, Juara Harapan 1 Albadraul Falah, Harapan 2 Ibnu Sina, dan Harapan 3 SMK TI Bazma.
- Kategori Qasidah: Juara 1 Al Mahira, Juara 2 Annuriah, Juara 3 Safinatu Naja, Harapan 1 Al Badariyah, Harapan 2 Al Makmur, dan Harapan 3 Miftahul Jannah. []




















