Siak, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 yang merupakan pondok cabang Gontor pada Kamis–Jumat, 1–2 Safar 1448 H/16–17 Juli 2026 M resmi menutup serangkaian aktivitas ekstrakurikuler santri. Penutupan kegiatan seperti pramuka, latihan pidato (muhadharah), dan pembinaan bahasa tersebut menandai berakhirnya rangkaian pembinaan ekstrakurikuler sekaligus dimulainya persiapan menghadapi ujian semester.
Pondok yang berlokasi di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Provinsi Riau dan dirintis pada tahun 2014 itu menggelar prosesi penutupan agenda ekstrakurikuler di lapangan dan aula PMDG Kampus 12. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Pengasuh Al-Ustadz H Himmah Azhar Latif SThI, Wakil Direktur Al-Ustadz Rifqi Inani MPd, serta jajaran guru dan santri Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI).
Di Gontor, kegiatan pramuka, latihan pidato, dan pembinaan bahasa merupakan bagian dari sistem pendidikan totalitas yang berlandaskan falsafah, “Apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dikerjakan santri sehari-hari adalah pendidikan.” Melalui kegiatan tersebut, santri dibina menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, berjiwa pemimpin, serta memiliki kemampuan komunikasi dan penguasaan Bahasa Arab maupun Inggris.
Dilansir gontor.ac.id, dalam arahannya, Al-Ustadz H Himmah Azhar Latif SThI mengingatkan bahwa berakhirnya kegiatan ekstrakurikuler bukan berarti nilai-nilai pendidikannya ikut berakhir. “Penutupan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, latihan pidato, dan bahasa menjadi tanda bahwa masa ujian segera tiba di Pondok Modern Darussalam Gontor,” terangnya.
Meskipun demikian, lanjut Ustadz Himmah, nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan tersebut jangan sampai terhenti atau terlupakan, melainkan harus tetap melekat dalam diri setiap santri. “Mengingat waktu ujian sudah di depan mata, kita perlu mempersiapkannya dengan baik dan penuh kesungguhan,” pesannya.
Acara itu pun berlangsung dengan penuh rasa syukur, kegembiraan, dan khidmat. Momentum ini diharapkan semakin menguatkan semangat belajar, kedisiplinan, dan tanggung jawab santri dalam menghadapi ujian, sekaligus menjadi bekal untuk mengamalkan falsafah serta nilai-nilai pondok di tengah masyarakat. [Edithya Miranti]






















