Sumenep, Gontornews — Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 sukses terselenggara pada Jumat-Ahad 17-19 Juli 2026 di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura. Beragam kegiatan di antaranya Wirid Lazimah, Ijtima’ Wadhifah dan Hailalah, Halaqah Muqoddam seluruh Indonesia bersama syurafa’, Istighosah dan Kholwat Tijani, dan lainnya juga telah terlaksana dengan apik dan dipenuhi dengna atusias puluhan ribu jamaah.
Pimpinan Ponpes Al-Amien Prenduan, Dr KH Ahmad Fauzi Tidjani MA pun mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Al-Amien Prenduan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234. Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar kehormatan bagi pesantren, melainkan tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah.
βBagi kami, menjadi tuan rumah Idul Khotmi merupakan sebuah amanah. Kehormatan ini harus diwujudkan dalam bentuk pelayanan yang terbaik kepada seluruh jamaah. Memuliakan para tamu, para pecinta Rasulullah SAW, dan melayani para tamu Allah merupakan bagian dari ibadah yang kami
harapkan menjadi sebab turunnya keberkahan bagi pesantren, masyarakat, dan kita semua,β ungkap Kiai Ahmad Fauzi dalamΒ press release.
Kiai Ahmad Fauzi menegaskan bahwa keberadaan Tarekat Tijaniyah tidak bertentangan dengan prinsip dasar Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang selama ini dikenal dengan semboyan, βBerdiri di Atas dan untuk Semua Golongan.β Menurutnya, keterbukaan pesantren kepada seluruh umat Islam tetap berjalan seiring dengan komitmen menjaga tradisi keilmuan dan pembinaan spiritual yang telah diwariskan para pendiri.
Ia juga menjelaskan bahwa hubungan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dengan Tarekat Tijaniyah memiliki akar sejarah yang panjang. Tarekat Tijaniyah di Madura, menurutnya, berkembang melalui perjuangan Pendiri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, al-Maghfurlah KH Achmad Djauhari Chotib yang kemudian diteruskan oleh putranya, al-Maghfurlah KH Mohammad Tidjani Djauhari MA.
βTarekat Tijaniyah bukanlah sesuatu yang baru bagi Al-Amien Prenduan. Ia telah menjadi bagian dari perjalanan dakwah, pendidikan, dan pembinaan ruhani pesantren ini sejak masa pendiri,β jelasnya.
βAl-Amien memang berdiri di atas dan untuk semua golongan. Tidak semua warga Al-Amien pengamal Tarekat Tijaniyah, tetapi ruh pendidikan yang dibangun di pesantren ini sangat menghargai nilai-nilai dzikir dan akhlak. Ibaratnya, meriam Pondok Pesantren Al-Amien Tarekat Tijaniyah, sedangkan pelurunya sistem pendidikan dan kurikulum pesantren yang terus melahirkan kader-kader umat,β terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Kiai Ahmad Fauzi juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Idul Khotmi Nasional, mulai dari Menteri Koordinator Pangan RI Dr (HC) Zulkifli Hasan MM, Gubernur Jawa Timur Dr (HC) Hj
Khofifah Indar Parawansa MSi, para bupati di empat kabupaten Pulau Madura, unsur TNI dan Polri, tenaga kesehatan, para relawan, sponsor, donatur, keluarga besar alumni Ikatan Keluarga Besar Al-Amien (IKBAL), hingga seluruh panitia dan masyarakat yang bersama-sama melayani puluhan ribu jamaah selama tiga hari pelaksanaan kegiatan.
Kiai Fauzi juga secara khusus mengapresiasi kedisiplinan para jamaah yang menjaga adab, ketertiban, kebersihan, dan kekhusyukan sepanjang rangkaian Idul Khotmi.
βAlhamdulillah, kita tidak hanya menyaksikan ketertiban secara lahiriah, tetapi juga ketertiban hati dan ketenangan ruhani. Semoga suasana penuh adab dan ukhuwah yang kita rasakan selama Idul Khotmi ini menjadi bekal ketika kita kembali ke daerah masing-masing,β tuturnya.
Menutup sambutannya, Kiai Ahmad Fauzi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jamaah apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun penyelenggaraan kegiatan.
Kiai Ahmad Fauzi juga mengumumkan bahwa penyelenggaraan Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah berikutnya akan dilaksanakan di Kabupaten Lumajang pada tahun 2027, dilanjutkan di Kabupaten Garut pada tahun 2028. Sementara itu, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan direncanakan kembali menjadi tuan rumah pada tahun 2031. Pengumuman tersebut disambut antusias oleh para jamaah yang memenuhi arena utama Idul Khotmi.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tahun ini, Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 tidak hanya meninggalkan kesan sebagai pertemuan akbar para jamaah, tetapi juga mempertegas peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan spiritual yang terus menumbuhkan semangat dzikir, mempererat ukhuwah, serta menguatkan komitmen kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. [Edithya Miranti]





















