Sumenep, Gontornews — Gubernur Jawa Timur, Dr (HC) Hj Khofifah Indar Parawansa MSi mengajak seluruh jamaah Tarekat Tijaniyah untuk terus memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT, menjaga adab kepada para masyayikh, serta mempererat ukhuwah Islamiyah sebagai fondasi membangun masyarakat yang damai dan berkeadaban.
Dalam sambutannya pada Puncak Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234, Khofifah menegaskan bahwa kehadiran ribuan jamaah di majelis dzikir bukan sekadar menghadiri sebuah acara keagamaan, melainkan merupakan ikhtiar spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meneladani para ulama dalam perjalanan menuju ridha-Nya.
Mengutip firman Allah SWT dalam al-Qur’an Surat Az-Zumar ayat 73, Khofifah mengingatkan bahwa orang-orang yang bertakwa akan dipanggil memasuki surga secara berombongan. Menurutnya, ayat tersebut menjadi inspirasi sekaligus pengingat agar setiap Muslim senantiasa menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui bimbingan para ulama dan masyayikh.
“Kita hadir di majelis ini semata-mata karena berharap mendapatkan ridha Allah SWT. Mudah-mudahan kita diakui oleh para masyayikh dan para sayyid sebagai bagian dari jamaah mereka, sehingga kelak Allah SWT menghimpunkan kita bersama orang-orang saleh di surga-Nya. Amin ya Rabbal ‘Alamin,” tutur Khofifah.
Dalam press release juga disebutkan bahwa ia menambahkan bahwa kekuatan sebuah tarekat tidak hanya terletak pada amaliah dzikir yang diamalkan secara istiqamah, tetapi juga pada kemampuannya melahirkan pribadi-pribadi yang berakhlak mulia, mencintai persaudaraan, serta mampu menghadirkan kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, Khofifah mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Khotmi sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, baik di lingkungan keluarga besar Tarekat Tijaniyah maupun di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Mari kita perkuat ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak ikhtiar spiritual, dan terus menjaga ukhuwah Islamiyah sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan zaman. Semoga kita semua memperoleh limpahan keberkahan dari majelis yang mulia ini,” ajaknya.
Menurut Khofifah, kehadiran para syurafa’ Tarekat Tijaniyah dari Aljazair, Mesir, dan Maroko merupakan anugerah yang patut disyukuri. Kehadiran mereka membawa mata rantai keilmuan dan sanad spiritual yang diharapkan semakin memperkuat kualitas pembinaan ruhani para jamaah di Indonesia.
“Mudah-mudahan ilmu, doa, dan keberkahan dari para syurafa’ yang hadir dari Aljazair, Mesir, dan Maroko mengalir kepada kita semua. Semoga Allah memberkahi usia kita, keluarga kita, ilmu kita, rezeki kita, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, hingga seluruh bangsa Indonesia,” harapnya.
Menutup sambutannya, Khofifah menyampaikan sebuah pantun yang disambut hangat oleh para jamaah. Pantun tersebut menggambarkan Tarekat Tijaniyah sebagai cahaya yang membimbing manusia menuju ridha Allah SWT.
“Purnama bersinar di langit tinggi, Cahayanya indah menerangi bumi. Tarekat Tijaniyah menuntun diri,
Menggapai ridha Ilahi Rabbi,” ucapnya.
Pantun tersebut sontak disambut tepuk tangan para jamaah yang memadati arena Idul Khotmi. Suasana semakin hangat ketika ribuan peserta mengamini doa-doa yang dipanjatkan, menandai eratnya ikatan spiritual dan persaudaraan yang terbangun sepanjang penyelenggaraan Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234. [Edithya Miranti]






















