Cirebon, Gontornews — Wakil Ketua MPR RI Dr HM Hidayat Nur Wahid MA meresmikan Gedung Rufiah Ma’had Khadijah Li Tahfizhil Qur’an yang berlokasi di Perumahan Harjamulya, Jalan Brigjen Darsono Bypass, Kabupaten Cirebon, Jumat (17/7/2027).
Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan Islam yang memadukan pembinaan hafalan Al-Qur’an dengan pendidikan kewirausahaan bagi perempuan.
Pimpinan Ma’had Khadijah Li Tahfizhil Qur’an, Ustadz H Sefi Khirijil Yaman, menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya merupakan satuan pendidikan formal berbasis pesantren yang menggunakan kurikulum Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), sebuah sistem pendidikan yang telah diakui pemerintah.
Menurutnya, jenjang pendidikan di Ma’had Khadijah ditempuh selama enam tahun dengan menggabungkan pendidikan setingkat SMP hingga SMA dalam satu kesatuan. Meski baru memasuki usia tiga tahun, lembaga tersebut telah memiliki konsep pendidikan yang berbeda dari kebanyakan pesantren.
“Ma’had Khadijah ini khusus untuk perempuan. Kami mengambil semangat dan keteladanan dari Sayyidah Khadijah sebagai sosok Muslimah yang sukses, mandiri, sekaligus menjadi pendamping Rasulullah SAW. Karena itu, kami ingin mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang juga memiliki jiwa entrepreneur,” ujar Ustadz Sefi dirilis laman aboutcirebon.id.
Alumnus Pondok Modern Gontor itu menuturkan, porsi pendidikan di Ma’had Khadijah didominasi oleh program tahfizh Al-Qur’an. Sekitar 70 persen pembelajaran difokuskan pada hafalan Al-Qur’an, sementara 30 persen lainnya diarahkan pada praktik kewirausahaan.
Tidak hanya itu, konsep bisnis yang diajarkan pun tidak lepas dari nilai-nilai Al-Qur’an. Santriwati dikenalkan pada prinsip-prinsip perdagangan yang terdapat dalam ayat-ayat suci, kemudian diterapkan dalam bentuk pembelajaran usaha secara nyata.
“Konsep perdagangan yang ada di Al-Qur’an kami jadikan bagian dari kurikulum. Jadi bukan sekadar teori, tetapi bagaimana mereka mampu menerapkannya dalam kehidupan,” paparnya pada peresmian yang dihadiri oleh Bupati Cirebon Drs H Imron MAg, tokoh masyarakat, ulama, dan para tamu undangan.
Untuk mendukung proses pembelajaran, Ma’had Khadijah melengkapi fasilitas pendidikan dengan ruang kelas berbasis multimedia. Seluruh kegiatan pembelajaran memanfaatkan teknologi digital, termasuk penggunaan smartboard serta sistem dokumentasi pembelajaran yang terintegrasi.
Selain itu, tersedia pula fasilitas podcast yang digunakan sebagai media bagi para santriwati untuk melatih kemampuan komunikasi, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan secara kreatif.
Pembelajaran kewirausahaan juga dilakukan melalui praktik langsung di lapangan. Setiap bulan para santriwati diajak mengunjungi pusat perbelanjaan maupun pasar tradisional untuk mengamati berbagai peluang usaha.
Dalam kegiatan tersebut, mereka diminta melakukan observasi terhadap produk yang memiliki potensi bisnis, kemudian menyusun analisis usaha mulai dari jenis produk, target pasar, hingga perhitungan biaya produksi dan harga jual.
“Anak-anak kami ajak melakukan capture opportunity. Mereka melihat langsung peluang bisnis di pasar atau mal, lalu kembali ke pesantren untuk mempresentasikan ide usaha mereka, termasuk menghitung modal, biaya produksi, hingga potensi keuntungannya,” terang Ustadz Sefi.
Ia menambahkan, konsep pendidikan tersebut bertujuan membentuk perempuan yang tidak hanya kuat dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga siap menjadi pelaku usaha yang mandiri.
Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam membangun kesejahteraan keluarga. Karena itu, pemahaman mengenai konsep perdagangan dan kewirausahaan juga menjadi bekal yang harus dimiliki.
“Bukan berarti perempuan yang fokus menghafal Al-Qur’an tidak memiliki peluang untuk berwirausaha. Justru Al-Qur’an banyak mengajarkan konsep jual beli yang baik dan benar. Kami ingin para santriwati memahami bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an bisa berjalan seiring dengan menjadi pengusaha yang amanah,” tuturnya.
Melalui peresmian Gedung Rufiah, Ma’had Khadijah Li Tahfidzil Qur’an berharap dapat semakin meningkatkan kualitas pendidikan serta melahirkan generasi Muslimah yang berkarakter Qur’ani, berwawasan luas, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat melalui semangat kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. [HSY]






















