Ponorogo, Gontornews – Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof Amal Fathullah Zarkasyi mengatakan bahwa pesantren sangat kontributif terhadap perjuangan dan pengisi kemerdekaaan.
“Apa kontribusi besar umat islam untuk Indonesia? Umat Islam memerdekakakn dan mengisi kemerdekaan,” ungkap Amal Fathullah Zarkasyi dalam dialog kebangsaa: Sosialisasi Empat pilar MPR RI dengan tema Peran konstruksi umat islam untuk Indonesia kerjasama MPR-RI dengan Pondok Modern Darussalam Gontor dalam rangka peringatan 90 tahun Pondok Modern Gontor, Jum’at (2/9).
“Umat islam itu mayoritas di Indonesia. Kontribusinya besar dalam memerdekakan dan mengisi kemerdekaan Indonesia,” tambahnya.
Secara khusus, Amal mengapresiasi acara semacam ini sangat bermanfaat bagi para masyarakat, terutama santri dan mahasiswa PMDG. Baginya, acara ini tidak bisa meluruskan kesalahpahaman tentang poisisi pesantren yang dianggap tidak berkontribusi pada kemerdekaan bangsa.
“Kita diangagp tidak nasionalis bahkan pondok ini dianggap anti-pancasila. Padahal, kita (pendiri pondok Gontor) ikut disana,” ungkap guru besar pertama dl lingkungan PMDG tersebut.
Secara khusus, Amal merasa ada beberapa pihak yang memandang negatif peran pesantren dalam mengisi dan memperjuangkan kemerdekaan.
“Ada Pangdam yang bilang jika Indonesia tidak bisa menyanyikan lagu Indonesia raya,” kisah Amal.
“Kita akademisi, iya. Akfitias juga iya. Kontribusi kita untuk negara ini luar biasa. Bukan hanya mengambil kemerdekaan tapi juga mengisi kemerdekaan,” jelasnya.
Gontor sebagai lembaga pendidikan menurut Amal telah memainkan perannya untuk mengisi kemerdekaan melalui jalur pendidikan. Tidak heran jika putra salah satu pendiri PMDG, KH Imam Zarkasyi tersebut menganggap bahwa para pengisi kemerdekaan layak disebut sebagaii pahlawan.
“Kita-kita ini berkontribusi mengisi kemerdekaan dengan berusaha mengentaskan kebodohan di masyarakat,” katanya.
“Dua prokalamtor kita tidak mau dimakamkan di taman makan pahlawan Kalibata. Sedangkan sekarang, yang tidak paham kemerdekaan justru dimakamkan di TMP Kalibata,” pungkas guru besar ilmu Akidah tersebut. [Mohamad Deny Irawan/DJ]

















