Manila, Gontornews – Presiden Filiphina, Rodrigo Duterte mengakui bahwa pihaknya tengah menyiapkan sejumlah persyaratan untuk melakukan Peninjauan Kembali terhadap 22 terpidana Narkoba yang secara kontroversial divonis bebas oleh pengadilan Manila. Duterte disebut akan melakukan tindakan tegas terhadap setiap kejahatan yang terlibat dengan narkoba.
“Saya akan menggunakan kekuatan saya untuk mengawasi dan mengontrol serta meninjau pembebasan tersebut,” kata juru bicara kepresidenan Filiphina, Harry Roque, sebagaimana dilansir Reuters.
Secara kontroversial, sebuah panel di Departemen Kehakiman Filiphina mebebaskan 22 tersangka bandar narkoba setelah menerima bukti-bukti, yang dianggap pemerintah Duterte, lemah.
Duterte mengaku siap membuka nama-nama dan mempermalukan beberapa politisi dan pengusaha di sejumlah provinsi yang terlibat dalam peredaran obat bius dan perdagangan narkotika di Asia Tenggara. Beberapa tersangka telah terbunuh setelah melakukan baku tembak.
Diantara nama-nama pengedar narkoba yang dibebaskan adalah Peter Go Lim dan Kerwin Espinosa yang ditangkap di Abu Dhabi, Oktober 2016 silam. Terkait vonis bebas yang diberikan, Duterte, dikutip juru bicaranya Harry Roque, mengaku akan menempatkan Sekretaris Keadilan Vitaliano Aguirre di penjara jika Lim dan Espinosa Bebas.
Dalam 19 bulan masa kepemimpinannya, Duterte, yang mengkampanyekan anti-narkoba, setidaknya telah menembak mati lebih dari 4.000 orang yang terlibat kasus narkoba serta menembak mati mereka yang menolak untuk ditangkap.
Meski demikian, kritikus Duterte menyebut bahwa pemerintah Filiphina hanya menembak mati pengedar narkoba dan pengguna dalam skala kecil sedangkan bandar besar tetap dibiarkan berkeliaran. [Mohamad Deny Irawan]


















