Jakarta, Gontornews — Terkait akan diselenggarakannya Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis, Jumat 11 Mei 2018 di Monas Jakarta. Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) menyatakan sikap atas keputusan Amerika yang mengakui Baitul Maqdis sebagai ibukota Israel. Berikut Pernyataan Sikap:
Bismillahirahmanirrahim
Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui secara resmi Baitul Maqdis atau Yerusalem sebagai ibukota Israel, jelas sangat membahayakan bagi Masjidil Aqsha, kiblat pertama umat Islam. Keputusan ini jelas merupakan bentuk pengingkaran kedaulatan Palestina dan melanggar berbagai resolusi PBB. Bahkan, dalam sidang darurat Majelis Umum PBB terakhir, sebanyak 128 negara mendukung resolusi yang menolak keputusan Presiden Trump. Dengan tidak mengindahkan penolakan dunia, Amerika Serikat menegaskan tetap akan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem atau Baitul Maqdis pada tanggal 14 Mei 2018 yang akan datang, bertepatan dengan 70 tahun dimulainya penjajahan dan pendudukan Israel atas Palestina.
Untuk itu Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (PP IKADI) menyeru :
- Segenap dai dan khatib di seluruh Indonesia untuk menjadikan Jumat 11 MEI 2018 sebagai Jum’atu’l Intifadhah, dengan mengangkatnya menjadi Tema Khutbah Jumat guna mengingatkan seluruh kaum muslimin untuk memiliki kepedulian terhadap Masjidil Aqsha sebagai simbol kemuliaan dan kehormatan agama, yang juga merupakan masjid agung ketiga bagi kaum muslimin di seluruh dunia, setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
- Seluruh kaum muslimin untuk ikut hadir dalam Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis, Jumat 11 Mei 2018 di Monas Jakarta, dengan senantiasa menjaga persaudaraan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan.
Semoga Allah meridhai ikhtiar dan usaha kita dan mencatatnya sebagai amal shalih yang dapat memberatkan timbangan amal kebajikan kita di hari kiamat.
Hasbunallah Wani’mal Wakil
Senin, 18 Sya’ban 1439 H/4 Mei 2018 M
PENGURUS PUSAT IKATAN DAI INDONESIA
Ketua Umum Sekretaris Jenderal
Prof. Dr. KH. Achmad Satori Ismail Dr. H. Ahmad Kusyairi Suhail, MA


















