Jakarta, Gontornews — Gerhana Bulan Total (GBT) diprediksi akan melintasi Indonesia Jumat (27/7) mendatang. GBT tahun ini juga diprediksi akan berlangsung lama yaitu 3 jam 55 menit.
Peneliti Pusat Ilmu Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rhorom Priyatikanto mengatakan, GBT kali ini memiliki keunikan yakni akan tampak meredup selama 3 jam 55 menit dan tampak memerah selama 1 jam 43 menit.
Selain itu, nantinya bulan akan tampak menggantung di langit, ditemani Planet Mars dan Saturnus. Kemudian hujan meteor yang memancar dari arah rasi Aquarius, tidak terlalu jauh dari bulan.
“Amat indah bila dipotret berbarengan,” katanya dikutip Antara.
Ia juga mengatakan durasi GBT tahun ini terlama kedua pada abad ini setelah GBT 16 Juli 2000 yang memiliki durasi lebih lama yakni 3 jam 56 menit.
Nantinya, dalam rentang waktu 3 jam 55 menit tersebut akan terjadi gerhana bulan umbra, di mana piringan bulan tertutup oleh umbra bayangan bumi. Sementara gerhana bulan totalnya berlangsung selama 1 jam 43 menit.
“Dan ketika itu mata kita bisa menyaksikan terang bulan meredup,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa GBT Jumat nanti akan dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali wilayah-wilayah yang tertutup mendung. GBT akan berlangsung pukul 01.24 WIB hingga 05.19 WIB.
GBT 27 Juli besok juga disebut Rhorom sebagai mini bloodmoon. Pasalnya GBT tersebut merupakan gerhana bulan apogee, kebalikan dari gerhana pada 31 Januari lalu.
Nantinya bulan akan tampak lebih kecil, sekitar 5 persen dari penampakan rata-ratanya atau sekitar 10 persen dari ukuran yang terjadi pada 31 Januari lalu. Hal itu lantaran berada dekat posisi apogee (terjauh dari bumi). [Devi Lusianawati]




















