Golan, Gontornews — Militer Israel menyatakan telah menembak jatuh dua jet tempur milik Suriah yang diduga telah memasuku wilayah kependudukan di Dataran Tinggi Golan, Selasa (27/7).
Juru bicara Militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan jet tempur Sukhoi Suriah telah melakukan penerbangan ke arah Israel dengan kecepatan yang relatif tinggi sebelum menembus wilayah udara negara tersebut.
Dia mengaku tidak mengetahui apakah pesawat tersebut memang sengaja menyeberang ke Israel. Selain itu tidak ada informasi yang terhimpun mengenai nasib pilot kedua jet tempur Suriah itu.
Militer Israel, telah memantau laju pesawat dan menembak jatuh setelah memasuki wilayah udara Israel sekitar dua kilometer dengan menggunakan sepasang rudal Patriot.
“Pesawat itu jatuh di bagian selatan Dataran Tinggi Golan Suriah,” kata Conricus, Aljazeera.
Sementara itu, Media Pemerintah Suriah mengatakan, jet tempur itu menargetkan wilayah udara Suriah ketika melakukan serangan terhadap Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) atau ISIS dan pejuang lainnya di Suriah selatan.
Rezim Suriah telah meningkatkan serangan terhadap kelompok pemberontak terakhir di barat daya Suriah yang berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan, wilayah yang dikuasai Israel.
“Israel telah menegaskan dukungannya untuk kelompok teroris bersenjata dan menargetkan salah satu pesawat tempur kami, dan menyerang kelompok mereka di daerah Saida, di tepi Lembah Yarmouk di wilayah udara Suriah,” Kutip Kantor Berita Suriah SANA.
Menyoroti adanya lintasan yang mengganggu dari konfrontasi yang semakin sering dan berbahaya antara Israel dan Suriah Utusan PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, mendesak semua pihak untuk mematuhi gencatan senjata 1974.
“Saya menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi semua ketentuan perjanjian 1974 dan mendukung peran UNDOF dalam hal itu,” kata Mladenov kepada Dewan Keamanan PBB, mengacu pada Pengungsi PBB dan Observer Force yang memantau perjanjian Israel-Suriah 1974 .
Insiden yang terjadi Selasa kemarin merupakan jatuhnya jet Suriah pertama sejak Angkatan Laut AS F-18 Super Hornet menembak jatuh satu dari Jet tempur Suriah pada Juni 2017 lalu, setelah pesawat Suriah menembaki pasukan Suriah yang didukung AS.
Ketegangan intens antara Israel-Suriah telah mendorong Rusia untuk turun tangan dengan mengirimkan diplomat dan jenderal, Senin (26/7) kemarin untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Namun menurut Para pejabat Israel bahwa Netanyahu menolak karena tidak cukupnya tawaran Rusia untuk menjaga pasukan Iran berperang di samping militer Suriah sejauh 100 km dari Golan.
Israel menduduki Dataran Tinggi Golan dalam Perang Arab-Israel 1967 dan mencaplok wilayah itu dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui secara internasional. [Devi Lusianawati]


















