Istanbul, Gontornews — Pemimpin Turki mendesak dunia untuk menghentikan serangan tentara Suriah di Idlib. Alasannya karena PBB mengatakan 30.000 penduduk telah terlantar di sana.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, sebagaimana yang dilansir oleh Al Jazeera mendesak masyarakat internasional untuk mencegah serangan pemerintah Suriah di Idlib Suriah. Karena PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mengatakan pihaknya khawatir bencana kemanusiaan terburuk abad ini akan terjadi di sana.
Dalam sebuah artikel di Wall Street Journal yang diterbitkan pada Selasa (11/9), Erdogan menggemakan keprihatinan PBB tentang krisis kemanusiaan potensial. Ia juga menambahkan bahwa serangan terhadap provinsi yang dikuasai pemberontak terakhir akan mempengaruhi Turki, Eropa, dan sekitarnya.
“Jika kita tidak mencegah serangan tersebut, maka bukan hanya orang-orang Suriah yang tidak bersalah, tetapi seluruh dunia akan membayar harganya,” katanya.
Erdogan, yang bertemu dengan rekan-rekannya dari Rusia dan Iran pada pertemuan puncak di Teheran pekan lalu, juga mengatakan, “Rusia dan Iran memiliki tanggungjawab untuk menghentikan potensi bencana kemanusiaan di Idlib.”
Provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak dan daerah pedesaan yang berdekatan telah rusak oleh suksesi kemenangan pemerintah dalam beberapa bulan terakhir. Presiden Bashar al-Assad kini mengarahkan perhatiannya pada Idlib dan pasukannya telah meningkatkan pemboman provinsi padat penduduk sejak awal bulan.
Peringatan PBB tentang masalah ini datang dari badan koordinasi kemanusiaan organisasi internasional (OCHA) pada hari Senin.
“Kami sangat prihatin tentang eskalasi kekerasan baru-baru ini, yang telah mengakibatkan perpindahan lebih dari 30.000 orang di daerah itu. Itu adalah sesuatu yang kami pantau sangat dekat,” kata juru bicara OCHA David Swanson kepada wartawan. <Edithya Miranti>


















