Jember, Gontornews — Firman Syauqi Maulana Habaib Sulthon, siswa SMAN 1 Jember, Jawa Timur, berhasil menciptakan sensor Storene yang berfungsi untuk mencegah pelanggaran lalu lintas.
Storene (Stop Before the Line) ini akan memberikan peringatan berupa suara bagi pengendara yang berhenti melewati garis stop pada lampu merah.
Storene mempunyai gelombang ultrasonik dan akan otomatis berfungsi memancarkan gelombangnya ketika lampu merah menyala.
Ketika gelombang itu terhalang oleh kendaraan bermotor maka gelombang akan memantul kembali ke sensor yang kemudian mengirimkan kode ke speaker sehingga speaker akan bersuara memberikan peringatan kepada pengendara untuk memundurkan kendaraannya (tidak melewati garis stop).
Alat ciptaan Firman ini berhasil menyabet juara 1 dalam ajang Pelajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan.
“Sensor Storene sudah diaplikasikan di salah satu persimpangan jalan di Jember dan telah saya resmikan bersama Kasubdir Manajemen Keselamatan, Direktorat Pembinaan Keselamatan, Kemenhub, Muhamad Fatawi,” ujar Bupati Jember dr Hj Faida MMR dalam akun facebooknya.
Berkat prestasinya ini, Firman memperoleh hadiah beasiswa kuliah S1 dari Bupati Jember. “Teruslah berkarya dan berprestasi,” kata Faida. [Rusdiono Mukri]


















