Islamabad, Gontornews — Pemerintah Pakistan berencana untuk membebaskan visa bagi para turis yang berasal dari 55 negara di dunia, Sabtu (22/12). Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Informasi, Fawad Chaudry, Pakistan berharap dapat meningkatkan pemasukan negara dari sektor Pariwisata.
“Kami sedang meninjau kebijakan visa kami. Kami berusaha untuk memberikan fasilitas bebas visa kepada 55 negara yang sebagian besar merupakan negara-negara di Eropa,” ungkap Fawad Chaudry sebagaimana dilansir Reuters.
Lebih lanjut, Chaudry menjelaskan bahwa pemerintah Pakistan berusaha untuk memperbaiki sektor pariwisata demi meningkatkan pemasukan negara. Bisa dibilang, sektor pariwisata Pakistan hancur lebur akibat serangan teror 9 September 2001 di gedung World Trade Center (WTC), Amerika Serikat.
Sebelum menelaah kembali kebijakan pembebasan visa 55 negara, Portugal telah mencabut status bahaya perjalanan (Travel Warning) di Pakistan. Sementara Perancis juga tengah melonggarkan kebijakannya untuk bepergian ke negara yang dipimpin mantan atlet kriket legendaris Pakistan, Imran Khan.
“Saya senang bahwa penasehat pariwisata kami berubah (haluan),” kata Chaudry.
Meski telah memberikan kelonggaran untuk melancong ke Pakistan, sejumlah wisatawan termasuk pesepakbola internasional asal Brazil dan Portugal, Kaka dan Luis Figo, kesulitan untuk mendapatkan visa untuk mempromosikan kegiatannnya di Pakistan. Chaudry sendiri merasa bingung dengan informasi yang diperolehanya itu. Terlebih, tidak ada petugas imigrasi yang mengenali siapa Kaka dan Luis Figo.
“Kami menolak visa untuk Kaka dan Figo. Apakah anda percaya? Saya menelepon salah seorang petugas (imigrasi) dan mengatakan bahwa ia tidak pernah mendengar tentang Kaka,” papar Chaudry sambil tertawa.
“Saya telah berbicara dengan Menteri Dalam Negeri kemarin dan menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran saya,” tambah Chaudry.
Ketika tahun 1970-an, Pakistan dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terkenal di dunia. Destinasi wisata “Jalur Hipie” menjadi tujuan utama para pelancong dari Barat. Jalur Hipie merupakan jalur yang melewati kebun aprikot dan kenari di Lembah Swat di Kashmir serta penguhubung antara India dan Nepal.
Akan tetapi sejak situasi keamanan dan kesalahapahaman masyarakat dunia tentang pelaksanaan hukum Islam di Pakistan telah membuat sejumlah calon wisatawan mengurungkan niatnya ke Pakistan. Terlebih, aksi teror di WTC menambah parah sektor pariwisata Pakistan.
Walau demikian, British Arways, salah satu maskapai penerbangan di Eropa, mengumumkan keputusannya untuk kembali membuka rute perjalanan ke Pakistan setelah 10 tahun absen. [Mohamad Deny Irawan]


















