pesanan-baju-kaos
37 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 14 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Uncategorised

Toleransi dan Ucapan Selamat Natal

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
25 December 2018
in Uncategorised
0

Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Setiap akhir Desember, orang selalu ribut soal ucapan selamat Natal. Mirip penentuan awal dan akhir Ramadhan. Sudah jadi annual discussion. Diskusi yang diwarnai pro-kontra ini sudah jadi ritual tahunan menyambut Tahun Baru Masehi.

Ucapan selamat natal tidak saja jadi diskusi sosial, tapi tak jarang justru jadi konsumsi politik. Apalagi Desember kali ini dekat dengan jadwal pilpres. Wajar jika semangat untuk menarik masalah ini ke diskusi politik jadi seksi. Yang pasti, bisa menghangatkan suasana pilpres.

Di Indonesia, umat Islam itu mayoritas. Diskusi sosial dan politik tak bisa lepas dari umat Islam. Maka, urusan Natal sekalipun, tak bisa lepas dari umat Islam. Sebab, secara sosial, umat Islam ada di lingkungan mereka yang sedang merayakan Natal.

BACA JUGA

Kunci Sukses dalam Hidup

Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

Wisuda Khatmil Qur’an dan Pengajian Akbar TPA Binaan UNIDA Gontor Ar-Raudhah Desa Beton Siman Ponorogo

TASREH: Tajammu’ dan Sarasehan Bersama IKPM Cabang Bogor

Anies Bertemu Sekjen Liga Muslim Dunia

Ada yang memaknai ucapan Selamat Natal itu bagian dari toleransi. Karena itu, boleh-boleh saja. Pendapat ini diikuti oleh Ma’ruf Amin. Baru-baru saja Ma’ruf mengucapkan Selamat Natal. Buktinya bisa dilihat di video yang lagi viral di medsos. Ada yang bilang ini qaul jadid, pendapat baru. Sebab, beredar juga video lama. Video tertanggal 20 Desember 2012 lalu. Di video yang beredar itu, Ma’ruf Amin sebagai kordinator ketua harian MUI “diberitakan” pernah mengumumkan fatwa MUI yang mengharamkan bagi umat Islam mengucapkan selamat natal. Jika benar, berarti ini pendapat lama, atau qaul qadim. Apakah video itu valid? Perlu diklarifikasi.

Jika video itu valid, maka muncul pertanyaan: Kok Ma’ruf Amin berubah? Namanya juga manusia. Jika benar ada perubahan pendapat, tentu Ma’ruf punya dalil, argumentasi dan dasar alasannya sendiri. Dan itu bagian dari hak seseorang untuk berubah. Aturan dan UU negara menjamin. Sekali lagi, jika video lama yang beredar itu valid. Soal konsekuensi sosial-politik? Itu soal lain.

Di pihak lain, ada pendapat bahwa toleransi tidak harus dengan mengucapkan selamat natal. Apalagi empat Imam Mazhab pernah mempersoalkan. Bahkan Nurcholish Madjid, cendekiawan Muslim yang dianggap “paling liberal” pun meminta umat Islam berhati-hati soal ini.

Toleransi itu sikap dan perilaku,. Bagi orang yang punya otoritas kekuasaan, toleransi itu kebijakan yang adil dan tidak diskriminatif. Toleransi dalam sikap dan perilaku lebih otentik, terukur dan dapat dirasakan. Daripada sekedar pencitraan verbal, oral dan untuk memenuhi kebutuhan formal. Toleransi itu baru fungsional dan eksistensial jika diwujudkan dalam sikap dan perilaku nyata. Artinya, bisa langsung dirasakan dalam interaksi sosial.

Ada tiga pilar seseorang dianggap toleran. Pertama, jika Anda mau menyadari bahwa keragaman (pluralitas) dan perbedaan sebagai bagian yang niscaya dalam kehidupan sosial Anda, maka Anda toleran. Pluralitas dan perbedaan adalah kemutlakan sejarah, realitas otentik yang tak seorangpun bisa menghindari, apalagi menolaknya. Anda nyaman berada dalam keragaman, berarti Anda akan mudah bertoleransi. Sebaliknya, Anda selalu merasa tidak nyaman dalam keragaman dan perbedaan, berarti bibit intoleransi berpotensi merusak hubungan sosial Anda. Jika tak segera teratasi, ini bisa jadi benih berkembangnya radikalisme. Dari sinilah virus terorisme tumbuh, atau sengaja ditumbuhkan oleh pihak-pihak yang memang menginginkan terus adanya terorisme. Baik untuk kepentingan institusional maupun kepentingan internasional. Gayung bersambut.

Toleransi tidak hanya bisa menerima perbedaan pendapat, status sosial, dan etnis, tapi terutama yang paling mendasar adalah mampu menerima perbedaan agama dan keyakinan. Kesadaran atas keragaman sebagai keniscayaan sosial adalah prinsip dasar dan fondasi toleransi. Tanpa kesadaran ini, toleransi adalah omong kosong. Meski setiap tahun selalu mengucapkan selamat dan menyambut Natal.

Kedua, Anda bisa menghormati orang yang menggunakan kebebasannya untuk berkumpul, berpendapat, beribadah dan mengekspresikan keyakinan dan imannya, berarti Anda toleran. Selama tidak ada norma sosial, aturan dan hukum negara yang dilanggar. Tapi, jika Anda merasa terganggu dengan ibadah dan ritual orang lain, itu tandanya Anda tidak toleran.

Ketiga, jika Anda bisa bersaudara, berteman, bergaul, bahkan kerjasama dengan orang yang berbeda agama dan keyakinan, Anda toleran. Tapi, jika Anda selalu membatasi pergaulan dan kerjasama karena faktor agama dan keyakinan, apalagi faktor etnis, ormas atau pilihan politik, maka Anda bukan orang yang toleran.

Jika orang Minang kumpul dan merasa nyaman hanya dengan orang Minang, orang Batak, Jawa, Bugis dan Dayak hanya mau bergaul dengan sesama etnis, orang pribumi maunya sama pribumi, komunitas keturunan Tionghoa membatasi diri dalam bergaul dan berbisnis hanya dengan sesamanya, Muslim, Kristen, Budha dan Hindu bergaul hanya sesama satu iman, ini namanya eksklusivitas yang bisa jadi benih intoleransi. Ketegangan sosial terjadi karena eksklusivitas model begini.

Toleran adalah sikap inklusif, yang bisa menerima perbedaan menjadi bagian dari keniscayaan hidup. Bukan eksklusivisme dengan membangun komunitas dan kelompok-kelompok yang terbatas dan eksklusif. Inklusivitas dan eksklusivitas itu diukur dari fakta-fakta dalam pergaulan sosial, bukan asumsi dan opini. Sebab, asumsi dan opini seringkali didominasi produknya oleh otoritas kekuasaan dan kelompok mayoritas. Mau-mau mereka. Apalagi jika mereka kuasai media sebagai alat penetrasinya.

Tiga pilar toleransi di atas, yaitu menerima pluralitas sebagai keniscayaan sosial, menghargai kebebasan untuk mengekspresikan perbedaan, dan menerima dengan tulus perbedaan menjadi bagian dari interaksi sosial, akan jadi standar untuk mengukur toleran tidaknya seseorang atau suatu kelompok.

Jadi, toleran tidaknya seseorang bukan pada mau tidak ia mengucapkan Selamat Natal, tapi lebih pada realitas nyata dari kesadaran, sikap dan perilaku sosialnya.

Share14Tweet9Send
Previous Post

BNPB: Korban Tsunami 429 Jiwa, 1485 Terluka, 154 Hilang

Next Post

Muslim Paliestina Shalat Ghaib untuk Korban Tsunami Banten

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

12 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

13 October 2026
Feri Amsari Hadiri Bedah Buku ‘Politik Kaum Tertindas’

Feri Amsari Hadiri Bedah Buku ‘Politik Kaum Tertindas’

0
IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

0
ILKOM UNIDA Gontor Undang Praktisi Pemasaran Bahas AI Visibility

ILKOM UNIDA Gontor Undang Praktisi Pemasaran Bahas AI Visibility

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

0
AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

13 October 2026
IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

13 October 2026
AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

13 October 2026
Kuatkan Jejaring Akademik Tingkat Internasional, UNIDA Gontor Terima Kunjungan Universitas Malaya

Kuatkan Jejaring Akademik Tingkat Internasional, UNIDA Gontor Terima Kunjungan Universitas Malaya

13 October 2026
Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

13 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result