Skopje, Gontornews — Demi bergabung dengan NATO dan Uni Eropa, Parlemen Makedonia berhasil membuat sebuah keputusan penting yaitu mengganti nama negara menjadi Republik Makedonia Utara. Kesepakatan anggota parlemen Makedonia ini disambut suka cita meski kelompok oposisi VMRO-DPMNE memboikot pemilihan tersebut sebagai bentuk pertentangan atas perjanjian Yunani.
“Babak sejarah baru di negara kita telah ditulis malam ini,” ungkap Pemerintah Makedonia sebagaimana dilansir Reuters.
“(Keputusan) ini benar-benar memudahkan negara kami untuk membuat dua langkah penting yaitu bergabung dengan kanggotaan NATO dan Uni Eropa,” tambah pernyataan tersebut.
Sebagai informasi, langkah Makedonia untuk beragabung dengan keanggotaan NATO dan UE terkendala persamaan nama dengan salah satu provinsi di Yunani setelah negara para dewa tersebut memblokir aspirasi Makedonia di keanggotaan UE dan NATO.
Presiden Yunani, Alexis Tssipras sendiri menyampaikan selamat kepada Perdana Menteri Makedonia, Zoran Zaev di kantornya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg dan komisioner Uni Eropa, Johannes Hahn mengapresiasi keputusan parlemen Makedonia untuk berganti nama.
“NATO sangat mendukung implementasi penuh perjanjian, yang merupakan kontribusi penting bagi kawasan yang stabil dan makmur,” ungkap Stoltebnerg.
“Dengan tulus, saya mengucapkan kepada seluruh aktor politik dan warga negara Republik Makedonia Utara atas pemungutan suara parlemen (tentang perubahan nama negara) dan perubahan konstitusi,” ujar Hahn.
Hahn juga mengatakan bahwa ia berharap keputusan Makedonia untuk berganti nama dapat menciptakan dinamika positif demi rekonsiliasi seluruh wilayah Balkan Barat. [Mohamad Deny Irawan]


















