Jakarta, Gontornews – Menjelang Aksi Bela Islam dimulai, Presiden Jokowi lebih memilih pergi ke bandara melihat proyek kereta api. Dia menunjuk Menko Polkam untuk menerima perwakilan ummat.
Perwakilan ummat dipimpin Bachtiar Nasir diterima perwakilan pemerintah di Istana Merdeka, Jumat (4/11) sore. Namun, mereka menolak karena hanya ditemui perwakilan pemerintah yang dipimpin Menko Polhukam, Wiranto.
“Kami hanya ingin ditemui Presiden,” kata Bachtiar seperti dikutip detik.com.
Wiranto didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menag Lukman Hakim, Seskab Pramono Anung dan beberapa anggota Komisi III DPR. Namun, perwakilan demonstran menolak berunding dengan Wiranto dan hanya ingin ditemui Presiden Jokowi.
Wiranto lalu menjelaskan, bahwa dirinya telah ditunjuk sebagai perwakilan pemerintah untuk menerima para demonstran. Presiden Joko Widodo sedang tidak berada di Istana.
“Iya, saya mewakili pemerintah. Kami wakil pemerintah,” jelas Wiranto.
Namun para pendemo tetap keberatan. Mereka akhirnya meninggalkan Istana Merdeka.
Sungguh ironis dengan Presiden Jokowi inu. Dulu, tokoh di balik pembakaran masjid di Tolikara, para obligor blbi, pengemplang pajak. dan tersangka KPK Aguan saja ditemui di istana. Begitu pun Ahok sebelum ke Bareskrim. Giliran perwakilan umat yang terluka kitabnya dinista malah ngeles. Dimana skala prioritasnya? [Dedi Junaedi]




















