Jakarta, Gontornews– Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan dirinya terbuka terhadap kritik dan tidak akan menangkap orang yang mengkritiknya. “Setiap warga negara berhak menyampaikan pandangannya. Tidak ada larangan sama sekali,” katanya di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Ahad (26/5).
Menurutnya, kritik merupakan risiko yang harus dihadapinya sebagai pejabat publik. “Kalau di ranah publik harus mau dikritik. Dicaci maki pun harus biasa-biasa saja. Kalau di wilayah publik jangan minta dipuji saja. Di wilayah publik itu harus siap dicaci maki, diminta turun atau naik. Itu prinsipnya sama. Dicaci tidak tumbang, dipuji tidak terbang,” tegasnya.
Lanjut Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan, pejabat publik harus siap menjadi alamat keluh kesah masyarakat. “Alamat keluh kesah adalah pejabat publik. Kalau mau jadi pejabat publik harus siap menjadi alamat keluh kesah, alamat caci maki. Harus siap,” kata Anies.
Anies mengaku ketika dirinya dikritik ia tidak pernah meminta agar pengkritiknya ditangkap. “Kalau ada yang mengkritik nggak usah ditangkep. Saya nggak pernah menangkap orang yang mengkritik saya. Sama sekali,” pungkasnya seperti dilansir detikNews (26/5). [Muhammad Khaerul Muttaqien]




















