Jakarta, Gontornewws — Penampilannya tenang di MK. Tapi analisanya membungkam kubu sebelah. Beliau membongkar data Palsu C1 yang dipakai Quick Count yangg memberikan input ke Situng, dan ke Rekapitulasi Berjenjang KPU. Terbongkar sudah mengapa jumlahnya hampir sama!
Berdasarkan analisisi forensik IT, Prof Jaswar Koto menemukan ada 27 juta lebih ghost voter. Itu hasil dari analisis terhadap data 110 juta lebih data DPT.
Saksi Jaswar yang tampil sebagai saksi ahli pertama yang diajukan pemohon sengketa Pilpres di MK. Dia menemukan fenomena editing C1 dan penggelembungan suara untuk 01 dan penggerusan suara untuk 02.
Selain itu, dari pola error diketahui ada indikasi konstatif untuk mempertahankan atau memenangkan salah satu calon. Ada perubahan melalui situng dan perubahan C1.
Prof Jaswar Koto PhD seorang Habib Al Husaini. Dia kelahiran Padang, sekolah di Jepang dan bekerja di Malaysia dan Malaysia. Dia juga President of International Society of Ocean, Mechanical & Aerospace (ISOMAse). Guru besar, dosen di Jepang dan Malaysia
Hakim sampai bertanya apakah masih WNI? Jawabnya masih WNI!
[dj]





















