Tasikmalaya, Gontornews — Pondok Pesantren (PP) Darussalam Rajapolah Tasikmalaya menyelenggarakan syukuran milad ke-12 sekaligus wisuda santri angkatan ke-8, Kharisma Generation, Selasa (25/6), yang berjumlah 56 orang.
Pimpinan PP Darussalam Rajapolah, KH Ahmad Deni Rustandi, menjelaskan bahwa sejak tahun berdiri pada tahun 2007 hingga 2019, jumlah siswa yang mondok di PP Darussalam mencapai 1.860 santri.
“Untuk menjadi alumni di Pondok Darussalam harus mengabdi kepada masyarakat selama satu tahun. Sementara yang tercatat menjadi alumni hingga saat ini mencapai 320 orang,” kata pria yang sempat mengabdi sebagai staf Pengasuhan Santri Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut.
Lebih lanjut, Ustadz Deni pun berharap santri-santri Darussalam yang sudah selesai mengenyam pendidikan mampu membawa energi positif demi kejayaan umat, mengangkat Islam serta Indonesia.
“Setelah menjadi alumni, mari kita bangun bangsa dengan energi positif demi kejayaan umat dan bangsa demi agama Islam dan Indonesia yang kita cintai,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Iin Aminudin meminta kepada para wisudawan agar selalu memberikan yang terbaik bagi agama, bangsa dan negara. Lebih lanjut, Iin menjelaskan bahwa kiprah wisudawan di luar pondok dapat menentukan baik-buruknya nama almamater pesantren tempatnya menimba ilmu.
“Di manapun kita beraktivitas, yang terpenting adalah selalu memberikan yang terbaik. Dengan kita mampu menunjukkan kualitas dari alumni Pondok Darussalam. Ya, anggap saja kita adalah iklan berjalan dari kampus,” kata Iin.
“Fakultas bisa berkembang juga karena alumni. Jika para alumni bekerja dengan baik, maka almamaternya akan terlihat baik pula. Kami tidak mendidik mahasiswa hanya dengan satu kompetensi tapi juga memberikan kompetensi-kompetensi lain agar mampu bersaing di berbagai bidang,” tambahnya yang hadir mewakili Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto.
Selain Iin Aminudin, hadir dalam acara tersebut, Direktur Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) PMDG, KH Masyhudi Subari, Ketua PP IKPM Ismail Abdullah Budi Prasetyo, Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh staf ahli bidang pembangunan dan ekonomi H Daddy Iskandar, dan Pangdam III Siliwangi yang diwakili oleh Letkol Infantri Suhara. [Mohamad Deny Irawan]





















