Jakarta, Gontornews — “Rakyat dan TNI jika cinta Indonesia maka harus mewaspadai bahaya komunis,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Husnayain, KH Cholil Ridwan, kepada Gontornews.com, Jumat (18/11).
Mantan Ketua MUI tersebut mengatakan, saat ini gerakan Parta Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia semakin masif. Hal tersebut terlihat dari pertemuan-pertemuan yang mereka lakukan di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya di Banyuwangi, Jawa Timur, yang kemudian dibubarkan oleh sebuah ormas.
Belum lagi, tambahnya, banyak atribut-atribut atau simbol PKI yang saat ini beredar di kalangan masyarakat maupun medsos. Keberadaan simbol tersebut membuktikan bahwa bahaya laten komunis masih terus ada di lingkungan masyarakat Indonesia.
Terlebih, papar mantan Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), itu pergerakan kelompok komunis yang sudah diketahui masyarakat luas mengindikasikan adanya kebebasan yang diberikan oleh Pemerintah saat ini.
“Mereke jadi merasa mendapatkan angin segar, berbeda dengan pemerintahan sebelumnya,” ungkapnya.
Senada dengan itu, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i, pengurus Pesantren as-Syafiiyah, mengatakan, bahaya laten komunis dapat mengancam kedaulatan NKRI yang sudah dimerdekakan melalui darah para ulama.
Karena itu ia meminta agar masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, untuk membentengi diri dari bahaya laten tersebut. “Bentengi diri kita dengan Tauhid, waspadai bahaya laten komunis di Indonesia,” imbaunya. [Devi Lusianawati/Rus]

















