Jeddah, Gontornews — Pemerintah melalui Kementerian Agama berharap Pemerintah Arab Saudi memberikan status permanen tentang penambahan kuota haji yang saat ini mencapai 231 ribu jamaah yang terdiri dari 214 ribu jamaah haji reguler dan 17 ribu jamaah haji khusus. Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin (LHS) berharap kuota tambahan ini bisa diberlakukan tahun depan.
“Harapan kita, kuota tambahan ini bisa diberlakukan untuk tahun mendatang,” kata LHS sesaat usai memantau layanan transportasi bus dan katering di Jeddah, Selasa (30/7) sebagaimana dilansir kemenag.go.id.
Sebagaimana diketahui, kuota penyelenggaraan haji 1440 H terjadi 3 kali dalam 5 tahun terakhir. Pada tahun 2015 & 2016 kuota haji Indonesia ‘hanya’ 168.000 jamaah sebagai imbas renovasi Masjidil Haram. Pada tahun 2017 & 2018, kuota haji Indonesia kembali normal menjadi 211.000 jamaah haji. Sedangkan untuk tahun 2019, kuota haji Indonesia mencapai 211.000 yang lantas ditambah menyusul kedatangan Raja Salman ke Indonesia sebanyak 10.000 jamaah sehingga menjadi 221.000 jamaah.
Meningkatnya jumlah kuota haji pada tahun 2019 ini terjadi setelah pertemuan antara Presiden dan Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman di Riyadh, 14 April 2019 yang lalu.
Selain fokus pada penambahan jumlah kuota haji Indonesia, Pemerintah juga herus bersiap untuk mempersiapkan proses pengelolaan dan mobiliasi jamaah di tengah terbatasnya fasilitas sarana dan prasarana yang disediakan Pemerintah Arab Saudi. Sebut saja Tenda Arafah serta terbatasnya kapasitas Mina yang patut menjadi perhatian khusus Pemerintah Arab Saudi.
Karenanya, Pemerintah mengusulkan pentingnya pembenahan sarana prasarana di Mina, baik tenda ataupun toilet.
Sementara itu, Sistem informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama telah melansir ada sekiar 170.430 jamaah haji yang telah tiba di Makkah dengan 9.264 jamaah merupakan jamaah haji lansia.
“Sebanyak 9.264 orang di antaranya merupakan kelompok lanjut usia. Mereka adalah jemaah yang berusia 75 tahun ke atas,” pungkas Kepala Seksi Data dan Informasi Daker Makkah, Nurharnuddin. [Mohamad Deny Irawan]




















