Kashmir, Gontornews — Senin (14/10) mendatang, koneksi ponsel di wilayah Kashmir, India akan dipulihkan kembali.
Pemerintah India melalui Juru Bicara Pemerintah India, Rohit Kansal mengatakan, koneksi ponsel yang sebelumnya tidak berfungsi dalam waktu dua bulan terakhir akan kembali dipulihkan. Keputusan itu diambil setelah dilakukan peninjauan kembali mengenai peristiwa yang terjadi di wilayah Himalaya yang disengketakan.
“Semua ponsel pascabayar, terlepas dari penyedia layanan telekomunikasi akan dipulihkan dan berfungsi pada Senin siang,” katanya dikutip laman Aljazeera.
Ia juga menambahkan, pemulihan koneksi ponsel berlaku untuk di seluruh distrik di Kashmir yang menjadi bagian dari wilayah India.
Awal Agustus lalu, Pemerintah India mencabut status khusus yang diberikan kepada Kashmir yang dikelola India dalam konstitusinya. Pasal 370 konstitusi India yang menjamin hak-hak khusus bagi negara mayoritas Muslim, termasuk hak untuk konstitusi dan menjalankan otonomi khusus untuk membuat undang-undang tentang semua hal kecuali pertahanan, komunikasi dan urusan luar negeri.
Menjelang langkah itu, India lalu mengirim ribuan pasukan tambahan ke wilayah yang disengketakan tersebut dan memberlakukan jam malam yang melumpuhkan, menutup telekomunikasi dan internet, serta menangkap para pemimpin politik.
Langkah pemerintah tersebut telah memperburuk ketegangan yang sudah meningkat dengan negara tetangga Pakistan. Sehingga, Pakistan menurunkan hubungan diplomatiknya dengan India.
Sementara itu, India dan Pakistan mengklaim Kashmir sepenuhnya sebagai bagian dari wilayah mereka. Tetangga-tetangga bersenjata nuklir itu telah bertempur dalam dua dari tiga perang mereka di wilayah yang disengketakan itu. Pemberontakan di Kashmir yang dikelola India telah berlangsung selama 30 tahun.[Devi Lusianawati]




















