New Delhi, Gontornews — Pemerintah India khawatir keputusan Mahkamah Agung tentang hak pengelolaan situs Masjid Babri di India memicu kerusuhan masal. Perdana Menteri India, Narendra Modi, memastikan bahwa keputusan tersebut tidak menunjukkan kekalahan atau kemenangan pihak manapun.
“Apapun keputusan Mahkamah Agung Ayodhya, itu tidak akan menjadi kemenangan atau kekalahan siapapun,” ungkap Modi dalam kicaunya di Twitter.
“Saya menghimbau kepada seluruh warga sebangsa dan senegara untuk memprioritaskan perdamaian, persatuan dan demi kebaikan baik India dalam menanggapi putusan tersebut,” tambahnya sebagaimana dilansir Reuters.
Sengketa Masjid Babri di Ayodhya telah menjelma sebagai sengketa yang telah terjadi selama puluhan tahun. Situs Masjid Babri diperebutkan oleh masyarakat Hindu dan Muslim di India. Bagi umat Hindu, Masjid Babri merupakan situs dimana Dewa Ram, reinkarnasi fisik dewa Wisnu, dilahirkan.
Kelompok Hindu juga mengklaim bahwa 400 tahun sebelum masjid Babri didirikan, berdiri sebuah kuil. Mereka pun mendesak agar keberadaan kuil di wilayah tersebut dipulihkan kembali.
Sementara itu, komunitas muslim di Ayodhya mengatakan bahwa upaya penghancuran masjid untuk digantikan dengan pembangunan kuil hanya akan menyebabkan masyarakat muslim bertindak lebih keras. Ayodhya merupakan rumah bagi 5 persen dari 200 juta populasi muslim di India.
Guna mengantisipasi kerusuhan, Kepala kepolisian Provinsi Ayodhya, Om Prakash Singh, telah memetakan pos-pos yang berpotensi menjadi lokasi kerusuhan.
“Kami tidak akan mentolerir Umat Hindu dan Muslim di depan umum jika mereka menunjukkan reaksi yang berlebihan pasca putusan pengadilan,” pungkas Singh. [Mohamad Deny Irawan]


















