Tunis, Gontornews — Partai pemenang di pemilihan umum di Tunis, Ennahda, dipinta untuk segera membangun komunikasi untuk mendirikan koalisi yang kuat, Jum’at (9/11). Ennahda meraih suara terbanyak dengan 52 dari 217 kursi yang diperebutkan, jumlah yang tidak terlalu signifikan untuk membentuk kepemimpinan parlemen secara mandiri.
Demi membuka komunikasi, Ennahda dikabarkan bersiap untuk memilih calon Perdana Menteri dari luar partai. Sementara ini, mantan Ketua Parlemen Tunisia, Mustapha Ben Jafar, Mantan Menteri Keuangan Elyes Fakhfakh dan Fadel Abdel Kefi menjadi kandidat terkuat Perdana Menteri dari luar partai yang digulirkan koalisi Ennahda di parlemen.
“Ada kemungkinan bahwa tokoh dari luar partai akan dicalonkan untuk memimpin pemerintahan sebelumya,” ungkap seorang pejabat senior Ennahda sebagaimana dilansir Reuters.
“Ennahda mungkin akan menerima kepemimpinan parlemen dan menyetujui angka yang dapat memenangkan semua pihak yang terlibat dalam koalisi,” tambah pernyataan tersebut.
Sebagaimana diketahui, dalam pemilihan parlemen 6 Oktober sebelumnya, Ennahda merahi 52 suara, Attayar meraih 22 kursi, Achaab meraih 16 kursi, Partai Tahya Tounes merah 14 kursi dan Partai Karama meraih 21 kursi. Sementara ini, hanya partai Karama yang menyetujui koalisi ini.
Ennahda dikabarkan akan menyampaikan nama calon Perdana Menteri nya pekan depan. Menurut konstitusi di Tunisia, jika partai pemenang tidak segera membentuk pemerintah dalam waktu dua bulan, presiden dapat meminta kelompok lain untuk mencoba membentuk pemerintahan. Jika pembicaraan buntu, maka pemilihan dapat digulirkan kembali. [Mohamad Deny Irawan]






















