Jenewa, Gontornews — Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa serangan kelompok bersenjata di Republik Demokratik Kongo menelan korban yang mayoritas pasien Ebola.
Direktur WHO untuk Afrika, Matshidisi Moeti, mengatakan saat ini serangan di Biakato Mines dan Mangina masih terus terjadi.
“Fokus kami adalah merawat yang terluka dan memastikan staf kami berada di lokasi yang aman,” ungkap Moeti sebagaimana dilansir Anadolu.
“Kami lakukan segala hal yang kami bisa untuk merawat mereka yang terluka dan membawa staf kami ke tempat yang aman,” tambah Moeti.
Sebelumnya, WHO dan UNICEF mengevakuasi belasan staf yang menangani wabah Ebola di kota Beni karena alasan keamanan. WHO sendiri melansir hanya 49 stafnya yang berhasil dievakuasi ke Goma bagian timur sedangkan 71 staf lainya masih tertahan di lokasi konflik.
Sementara UNICEF melansir barhasil mengevakuasi 27 stafnya dari Beni dan meninggalkan 12 staf lainnya di Beni.
WHO sendiri melansir jika lebih dari 3.100 kasus Ebola terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo dengan 2.100 panderita Ebola dikabarkan meninggal dunia. Bagi WHO, situasi konflik yang melanda Kongo menghambat proses penanggulangan wabah mematikan tersebut. [Mohamad Deny Irawan]




















