Pyongyang, Gontornews — Korea Utara (Korut) kembali melakukan uji penting peluncuran rudal di fasilitas roket miliknya, Sabtu (14/12). Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengingatkan AS soal pertemuan yang seharusnya diselenggarakan akhir tahun ini.
Peluncuran roket jarak jauh Korut akan semakin memperkuat penangkal nuklir strategis miliknya yang dapat diandalkan.
Melalui uji coba tersebut, Pyongyang terus berupaya terus menekan pemerintahan Trump atas batas waktu akhir tahun yang ditetapkan oleh Pemimpin Korut, Kim Jong Un untuk menyelamatkan negosiasi nuklir yang goyah.
Korut telah menuntut Amerika Serikat membuat konsesi untuk memecah kebuntuan dalam negosiasi nuklir antar kedua negara itu dan Pyongyang juga menjanjikan hadiah Natal yang tidak menyenangkan jika AS tidak datang dengan konsesi pada akhir tahun ini.
Pada hari Jumat(13/12) kemarin, kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mengutip Institut Strategi Keamanan Nasional bahwa Pyongyang dapat mengumumkan akhir pembicaraan nuklir akhir bulan ini. Lembaga tersebut berafiliasi dengan agen mata-mata Korea Selatan.
“Untuk saat ini, [Korut] diperkirakan akan mengambil langkah-langkah intensitas rendah, seperti melanjutkan kembali kegiatan nuklir atau memperbaiki lokasi peluncuran roket, tetapi jika mereka mengambil tindakan, itu akan dilakukan dengan cara menunjukkan strateginya (posisi think-tank,” seperti yang diberitakan Yonhap.[Devi Lusianawati]


















