Idlib, Gontornews — Setidaknya 25 ribu warga sipil telah melarikan diri dari wilayah barat laut Suriah, Idlib, ke tempat-tempat di dekat perbatasan Turki di tengah pemboman yang meningkat oleh rezim Suriah dan Rusia, Kantor Berita Anadolu melaporkan pada 22 Desember.
Mohamed al-Hallaj, direktur Tim Koordinator Respons, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa rezim, Rusia, dan kelompok-kelompok teror asing yang didukung Iran telah menyerang permukiman sipil. Akibatnya, setidaknya 25 ribu orang terlantar.
Hallaj menambahkan bahwa jumlah pasti pengungsi masih belum diketahui karena serangan udara dan darat masih terus berlangsung. Namun ia mendeteksi 25 ribu orang melarikan diri dari rumahnya dalam dua hari terakhir.
Ia juga menyampaikan bahwa warga sipil sebagian besar melarikan diri dari daerah pemukiman di Idlib selatan dan terutama dari daerah pedesaan kota Maarat al Numan yang dikuasai oposisi.
Keluarga yang kehilangan tempat tinggal sangat membutuhkan tempat berlindung, tenda, selimut, dan tempat tidur.
Pasukan rezim telah menguasai sekitar 15 desa dalam serangan darat yang telah diluncurkan di Maarat al Numan.
Serangan udara jet tempur Rusia yang diluncurkan pada 22 Desember merenggut lima nyawa sipil di zona de-eskalasi di Idlib.
Pengawas pesawat oposisi Suriah mengatakan pesawat-pesawat tempur Rusia menghantam kota Maarat al Numan dan kota-kota Talmenes, Alteh dan Aldier Alsharki.
Sumber dari badan pertahanan sipil Helm Putih mengatakan serangan itu menyebabkan tiga orang tewas di Talmenes dan dua di Aldier Alsharki. [RM]




















