Jakarta, Gontornews — Di awal tahun 2020, tercatat hampir 900 orang guru prasejahtera di seluruh penjuru negeri ini mendapatkan biaya hidup dari program Sahabat Guru Indonesia. Program ini merupakan bentuk apresiasi Global Zakat- Aksi Cepat Tanggap (ACT) bagi guru yang berdedikasi untuk pendidikan Indonesia. Harapannya, program ini menjadi penyemangat guru untuk terus berperan di dunia pendidikan Indonesia sejak diluncurkan pada November 2019 lalu.
Riski Andriyani dari tim Global Zakat-ACT mengatakan, pemberian biaya hidup ini dilakukan dari Aceh hingga Maluku. Guru-guru ini merupakan guru dengan keadaan ekonomi prasejahtera serta statusnya masih honorer.
“Program Sahabat Guru Indonesia merupakan bentuk apresiasi Global Zakat kepada guru di berbagai daerah,” ungkap Riski Andriyani dilansir dari laman actnews. Jumat (3/1).
Dari hasil rekapitulasi tim Global Zakat-ACT, sebanyak 862 guru yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia mendapatkan biaya hidup ini. Angka ini akan terus bertambah seiring dengan pendistribusian bantuan beaguru di sejumlah kota/kabupaten lainnya.
Salah satu guru yang menerima biaya hidup ini ialah Dwi Hariyadi, guru yang mengajar di sekolah dasar negeri di Malang, Jawa Timur. Selama 18 tahun Dwi menjadi guru honorer. Tak besar gajinya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Dwi menyambi pekerjaan sebagai tukang sampah di lingkungan tempat tinggalnya.
“Sekitar pukul 6 pagi saya mulai mengumpulkan sampah dari rumah-rumah untuk kemudian dikumpulkan di tempat penampungan sementara. Sekitar pukul 9 pagi saya lanjut untuk mengajar,” tutur Dwi kepada tim ACTNews pada pertengahan Desember 2019 lalu.
Walau menyambi sebagai tukang sampah, Dwi tak pernah malu untuk pekerjaannya. Ia tetap bersemangat mengajar anak muridnya.
Selain Dwi, masih ada ratusan guru lainnya yang menerima bantuan hidup ini. Wahyu Novyan selaku Direktur Program ACT menjelaskan, program Sahabat Guru Indonesia memang hadir untuk guru-guru prasejahtera di Indonesia.
“Peluncuran program bertepatan dengan Hari Guru Nasional. Harapan kami, program ini dapat menjadi pemacu semangat bagi guru-guru untuk terus berperan di dunia pendidikan,” jelas Wahyu.


















