pesanan-baju-kaos
26 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 19 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Dirasah

Solusi Menghadapi Anak Kecanduan Game

Oleh Muhammad Shofwan Muttaqin, Peserta Program Kaderisasi Ulama Angkatan XIII UNIDA Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
6 January 2020
in Dirasah
0
Solusi Menghadapi Anak Kecanduan Game

Mungkin kita sudah tidak asing lagi jika kita berbicara mengenai games. Dari anak usia kecil hingga dewasa bahkan sampai orangtua pun tentu mengenal sebuah game. Karena sejatinya semua orang yang lahir di dunia ini tidak akan lepas dari masa anak-anak di mana masa-masa tersebut seorang anak akan selalu menggunakan kegiatannya untuk bermain. Tentu bisa kita katakan sebuah permainan ini kita bisa menyebutnya dengan kata games. Namun jika dilihat dalam kamus bahasa Indonesia “Game”diartikan sebagai permainan. Permainan merupakan bagian dari bermain dan bermain juga bagian dari permainan, keduanya saling berhubungan.

Permainan adalah kegiatan yang kompleks yang di dalamnya terdapat peraturan, play dan budaya. Sebuah permainan adalah sebuah sistem di mana pemain terlibat dalam konflik buatan, di sini pemain berinteraksi dengan sistem dan konflik dalam permainan merupakan rekayasa atau buatan, dalam permainan terdapat peraturan yang bertujuan untuk membatasi perilaku pemain dan menentukan permainan. Game bertujuan untuk menghibur, biasanya game banyak disukai oleh anak – anak hingga orang dewasa.

Jika kita melihat lebih dalam terkait game ini mempunyai banyak macamnya sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman. Zaman dahulu game atau permainan oleh anak-anak dengan tubuh fisiknya sendiri, seperti halnya bermain petak umpet, kejar-kejaran, lompat tali, kelereng, dan lain sebagainya. Namun jika kita melihat pada zaman sekarang ini, permainan tersebut sudah jarang sekali ditemukan pada anak-anak usia sekarang ini.

Jadi tak salah jika kita melihat anak kelahiran tahun 1980-2000 biasanya fisiknya lumayan kuat dibandingkan dengan akan yang lahir di tahun 2000 sampai sekarang.

BACA JUGA

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Walisongo dan Proses Islamisasi di Kepulauan Nusantara

Masjid sebagai Poros Utama Peradaban Islam

Sanad sebagai Fondasi Intelektual Pesantren

Dengan adanya arus globalisasi ini maka perkembangan suatu informasi baik dari segi digital maupun cetak mulai berkembang dengan pesat. Terlebih dalam mengakses informasi dan hiburan yang ada. Permainan juga mengalami perkembangan yang begitu canggih yang seringkita dengar dengan istilah  game online.

Game onlineadalah permainan yang dilakukan pada komputer atau perangkat handphone/smartphone yang mana harus tersambung dengan koneksi internet.

Di mana orang yang bermain jaraknya sangat jauh tapi bisa bermain bersama dalam sebuah permainan online. Game menggunakan media elektronik, merupakan sebuah hiburan berbentuk multimedia yang di buat semenarik mungkin sehingga pemain bisa mendapatkan sesuatu sehingga mendapatkan kepuasaan batin.

Jika kita melihat dari pandangan Islam, sebagaimana yang d jelaskan dalam al-Qur’an surat Az-Zariyat: ayat 56) yang artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” Jika kita melihat dari penjelasan ayat di atas bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Dengan sebaik mungkin sesuai dengan peraturan dan larangan yang ada, tentu didasari dengan potensi yang dimilikinya oleh setiap hambanya.

Di samping itu dijelaskan jua dalam Surat An-Nisa ayat 14 yang artinya: “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.”

Dalam pandangan Islam bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Namun di samping itu, manusia mempunyai saat-saat atau suatu kondisi yang sangat lelah ataupun jenuh dengan segala kegiatan setiap harinya. Hal ini tentu membutuhkan waktu istirahat untuk menghilangkan apa yang sudah ia alaminya, namun jika kita melihat usia anak-anak yang notabennya membutuhkan waktu bermain yang jauh lebih banyak daripada usia dewasa. Hal ini perlu sebuah kawasan atau lingkungan yang bisa menjadikan anak tersebut terkontrol dalam hal bermain.

Namun di samping itu juga pentingnya bimbingan dari kedua orangtuanya agar anak-anak lebih bermanfaat menggunakan waktu sebaik mungkin.

Sebagaimana dijelaskan oleh Yusuf Qaradhawi di dalam bukunya Al Halal wal Haram fil Islam dijelaskan bahwa Rasulullah SAW sendiri pernah berlomba beradu lari dengan ‘Aisyah RA. (HR Ahmad dan Abu Dawud). Pernah pula Rasulullah SAW bercanda/bersenda gurau (mizah) dengan seorang nenek, yang meminta didoakan agar masuk surga.

Rasulullah SAW berkata kepadanya, ”Sesungguhnya surga tak akan dimasuki nenek-nenek.” Perempuan itu terkejut dan menangis, mengira tak akan masuk surga. Rasulullah SAW lalu menjelaskan bahwa maksudnya tidak demikian. Maksudnya, nenek-nenek tak akan masuk surga sebagai nenek-nenek, tapi oleh Allah SWT akan dijadikan muda dan perawan kembali ketika masuk surga, sesuai QS Al Waaqi’ah: 35-37. (HR Tirmidzi). Ini menunjukkan bahwa Islam memperbolehkan hiburan atau permainan, tentu sepanjang sesuai syariah Islam.

Namun jika kita melihat kenyataan pada masa sekarang ini, kita menyaksikan fenomena yang sangat memprihatinkan di mana usia anak-anak sudah senang dan sangat menyukai permainan game berbasis online, di sinilah tentu akan mengganngu konsentrasi dan belajar bagi anak-anak tersebut. Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya anak usia dini yang sudah senang bermain game dan bahkan ia rela menghabiskan uang jajannya hanya untuk merasakan game tersebut. Tentu hal ini akan mengakibatkan dampak yang negatif bagi usia anak-anak itu sendiri, baik dalam kesehatan maupun perilaku sang anak tersebut.

Adapun jika kita melihat dampak negatif dari permainan game yang dilakukan oleh anak dampak buruk bagi anak yang kecanduan bermain game bagi kesehatan. Berikut empat dampak negatif game menurut para ahli.

Pertama, membuat anak menjadi kecanduan. Efek negatif bermain game pada anak yang dikemukakan seorang ahli yang bernama Douglas A. Gentile dari Iowa Sate University menyatakan bahwa game dapat membuat anak-anak menjadi kencaduan. Dengan menjadi kecanduan terhadap game, anak-anak akan kehilangan waktu belajarnya di rumah sehingga prestasi di sekolah mereka menjadi menurun. Ketika di sekolah pun, mereka juga akan mengalami gangguan konsentrasi sehingga mereka akan terlihat bingung dengan pemikiran kosong.

Kedua, membuat anak menjadi hiperaktif dua kali lebih tinggi. Efek negatif bermain game pada anak yang dikemukakan seorang ahli yang kedua adalah menjadikan anak-anak sangat hiperaktif daripada biasanya. Mereka akan meniru gerakan-gerakan yang ada di game tersebut dengan cara berlarian atau melakukan hal-hal yang bersifat mengganggu. Terkadang mereka juga susah mengendalikan dirinya yang membuat mereka selalu aktif yang tidak biasanya.

Ketiga, mengurangi kehidupan sosial anak. Efek negatif bermain game pada anak yang dikemukakan seorang ahli yang ketiga adalah mengurangi kehidupan sosial anak. Seperti kita tahu bahwa anak-anak akan selalu meluangkan waktu luangnya hanya untuk bermain game sehingga melupakan waktu bermainnya dengan teman-teman sebayanya.

Apabila Anda selalu membiarkan anak Anda terlarut dalam permainan game online, maka kekhawatiran akan anak Anda menjadi individu yang introvert tampaknya akan segera terwujud.

Keempat, membahayakan perkembangan anak. Salah satu dampak paling membayakan dari permainan game adalah terganggunya perkembangan anak Anda. Anak-anak akan mudah mengakses game online yang berisi konten-konten yang sangat membahayakan mental mereka seperti konten pornografi, sejumlah konten kekerasan yang tentunya sangatlah tidak baik bagi mereka.

Untuk itu sebelum seorang anak merasakan sebuah rasa kecanduan atau berdampak buruk bermaingame pada anak-anak, bisa kita tinjau tanda-tanda seorang anak mengalami rasa candu pada dirinya. Seperti: Pertama, mengabaikan kebutuhan pokoknya. Jika seorang anak tak menghiraukan jam makan meskipun telah disiapkan masakan kesukaannya, anak tersebut bisa saja berada dalam masalah. Anak-anak yang mengalami kecanduan game cenderung mengabaikan kebutuhan pokok seperti makan, tidur dan minum air. Hal ini bahkan dapat berujung pada kematian, seperti yang dialami oleh Chris Stanifort. Pemuda Inggris berusia 20 tahun itu meninggal akibat pembekuan darah setelah berjam-jam duduk dan bermain Xbox dalam posisi yang sama.

Kedua, menarik diri dari pergaulan. Anak yang mengalami kecanduan game lebih suka menghabiskan waktu mereka di rumah dan tidak tertarik berkumpul dengan keluarga maupun bermain dengan teman-temannya. Jadi ketika seorang anak mulai menjauhi kawan-kawannya atau mengacuhkan anggota keluarga lain karena ia sibuk bermain game, waspadalah!

Ketiga, lupa mengerjakan PR dan tugas di rumah. Jika wali kelas seorang anak mengadukan ketidakmampuan anak dalam menyelesaikan PRnya, atau jika prestasi akademik dan nilai-nilainya menurun dan ia mengabaikan tugas-tugas rumah yang biasanya ia lakukan, mungkin ini saatnya bertindak. Segera atasi kecanduan game anak sebelum terlambat.

Setelah kita membicarakan tanda-tanda seorang anak mengalami candu game yang ada pada dirinya, di samping itu kita mempunyai usaha untuk menyembuhkan anak-anak yang sudah terlanjur merasakan kesenangan yang berlebihan di dalam bermain game tersebut dengan berbagai cara untuk menyembuhkannya.[]

Tags: Game online
Share144Tweet90Send
Previous Post

Global Zakat-ACT Salurkan Biaya Hidup untuk 862 Guru Prasejahtera di Seluruh Indonesia

Next Post

Dubes Iran: Pembunuhan Jendral Soleimani = Sulut Perang

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result