pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 20 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Dirasah

Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Oleh Ahsan Jamet Hamidi, Ketua PRM Legoso, Wakil Sekretaris LPCRPM PP Muhammadiyah

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
23 January 2026
in Dirasah
0
Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Foto: Majelis Masyayikh

Saya pernah menjadi santri, belajar di pondok, dan hidup selama 24 jam selama delapan tahun di dalam lingkungan pesantren. Sejak 1980–1988, saya menjalani satu tahun di Pondok Walisongo Ngabar, enam tahun di Pondok Gontor, dan satu tahun di Pondok Daarunnajah Jakarta. Ketiga pesantren tersebut memiliki ciri pendidikan dan pengasuhan yang sama seperti Gontor.

Pondok-pondok ini menamakan dirinya sebagai pondok “modern” karena sistem pendidikannya memadukan kurikulum klasik dengan metode pengajaran modern, termasuk disiplin, cara berorganisasi, penguasaan bahasa asing, dan penekanan pada kegiatan yang terstruktur. Melalui model itu, para lulusannya diharapkan mampu menjadi pribadi Islami, terampil, dan siap menghadapi perkembangan zaman di komunitasnya nanti.

Saya ingin menyoroti satu aspek saja, yakni terkait dengan penciptaan tradisi penghormatan yang tercermin dalam relasi antara murid, guru dan kiai. Pesantren Gontor agak berbeda dengan pondok-pondok yang sering disebut sebagai pesantren salaf. Saya mendefinisikannya sebagai pengajaran di pesantren salaf biasanya menggunakan berbagai metode, antara lain sorogan (metode privat satu-satu dengan kiai), wetonan atau bandongan, yaitu pengajian secara kolektif di mana kiai membaca, sedangkan para santri menyimak, serta metode hafalan dan diskusi.

Dalam tradisi pesantren salaf memang ditanamkan budaya kekeluargaan, kebersamaan, dan sikap saling menolong di antara para santri. Bersikap hormat kepada guru, kiai, dan keluarganya adalah adab yang dijunjung tinggi. Model belajar di pesantren salaf seperti itu tidak pernah saya alami selama delapan tahun mondok di pesantren ala Gontor.

BACA JUGA

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Walisongo dan Proses Islamisasi di Kepulauan Nusantara

Masjid sebagai Poros Utama Peradaban Islam

Sanad sebagai Fondasi Intelektual Pesantren

Stigma Buruk Masyarakat terhadap Kaum Perempuan dalam Perspektif Islam

Di Gontor, saya mendalami ilmu agama dalam arena pembelajaran seperti di kelas-kelas umum. Para murid duduk di bangku kelas dengan rapi, guru mengajar dengan teknik pengajaran biasa, menggunakan banyak instrumen, terkadang menghafal, atau membuka buku. Sebagian buku berbahasa Arab telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sehingga fokus belajarnya lebih menekankan pada kajian dan pemahaman. Ada ujian  enam bulanan dan tahunan untuk menentukan kenaikan kelas para santri.

Di Gontor, pola pengasuhan santri dilakukan dengan disiplin ketat, mirip sekolah kedinasan. Kapan santri harus bangun tidur, shalat Shubuh, mengaji, olahraga, sarapan, belajar di kelas, makan siang, masuk kelas lagi, olahraga sore, mandi sore, shalat Maghrib, mengaji lagi, makan malam, shalat Isya berjamaah, belajar lagi hingga pukul 22.00 malam, semua sudah terjadwal rapi. Seluruh aktivitas pondok harus berhenti pada jam itu. Para guru dan santri harus tidur hingga waktu menjelang Shubuh. Rutinitas itu berjalan sesuai waktu yang telah ditentukan. Tidak boleh ada yang melebihi jadwal, kecuali dalam kondisi darurat yang bisa ditoleransi.



Ciri kekhasan lainnya adalah dalam hal relasi antara guru dan murid. Di pesantren ala Gontor, hubungan antara guru dan murid cukup cair dan egaliter. Saya tidak pernah mencium tangan guru atau Pak Kiai selama menjadi santri. Bahkan, saya bisa duduk di sebelah Kiai Imam Zarkasyi saat shalat Jumat. Usai shalat, saya hanya bersalaman biasa tanpa mencium tangan, lalu pergi.

Saat Pak Kiai hendak meninggalkan masjid, beliau juga akan berbaur dan melewati kerumunan para santri yang berjalan bareng menuruni tangga masjid. Bahkan ketika Pak Kiai berjalan-jalan pagi sambil berolahraga, para santri yang sedang berpapasan pun tetap melanjutkan aktivitasnya. Mereka yang sedang belajar, nongkrong, atau berolahraga pun tetap pada posisi semula, paling hanya mengucapkan salam.

Budaya semacam ini tentu tidak akan pembaca temui di pesantren salaf. Budaya penghormatan kepada para kiai dan keluarganya sangat berbeda jauh. Prinsipnya, para santri di pondok mana pun meyakini bahwa menghormati kiai adalah keniscayaan yang berlaku universal. Ajaran itu memang menjadi perintah agama. Namun, praktik penghormatan itu terwujud dalam beragam cara dan banyak dipengaruhi oleh budaya setempat.

Pondok-pondok pesantren di Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara akan memiliki budaya penghormatan yang berbeda dibanding pondok pesantren di Pulau Jawa. Saya tidak akan menilai mana yang lebih baik, apalagi menakarnya dengan standar benar atau salah, atau mana yang paling sesuai dengan ajaran agama atau tidak.

Membijakkan Perbedaan

Hemat saya, belajar untuk melihat semua perbedaan yang ada di setiap pondok pesantren dengan bijaksana itu jauh lebih penting. Saya tidak perlu menilai perbedaan tersebut dengan kacamata tunggal, apalagi dilandasi dengan rasa senang atau tidak senang. Sekali lagi, yang mutlak adalah menghor mati orang lain, terlebih kepada guru dan para kiai, karena mereka telah berjasa dalam memberikan ilmu pengetahuan, membimbing para santri agar menjadi pribadi yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab.

Meski ajaran tentang penghormatan kepada para kiai itu mutlak, tetap ada prasyarat umum yang wajib dipenuhi agar penghormatan itu bisa terwujud. Salah satunya keteladanan dalam mempraktikkan ajaran kebajikan agama dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan dalam pribadi seorang guru ataupun kiai (dan keluarganya) itu juga berlaku mutlak, melebihi mitos tentang keistimewaan para guru, kiai, serta anak cucu mereka.

Siapa pun mereka yang hidup di lingkungan pondok, apakah keturunan kiai atau bukan, jika tidak mampu memberikan keteladanan, maka mereka juga tidak akan bisa mendapatkan penghormatan dan penghargaan dari para santri. Dunia pendidikan di negeri ini memang masih harus terus belajar kedewasaan dan kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan. Termasuk menghargai perbedaan dalam menyimpulkan suatu peristiwa, serta kearifan dalam menyikapi pandangan atau kesan orang yang berbeda dengan kita.

Tayangan televisi dan komentar para pengguna media sosial yang meliput soal tradisi relasi para santri dan kiai di sebuah pesantren telah menegaskan betapa beragamnya pandangan setiap orang atas satu objek atau peristiwa yang sama. Kedewasaan kita semua dalam menyikapi sebuah perbedaan memang betul-betul diuji.

Perbedaan cara mendidik dan mengasuh adalah keniscayaan di dalam dunia pesantren yang kaya akan ragam tradisi, sistem, dan nilai. Belajar memahaminya bukan berarti harus kehilangan prinsip, tetapi justru memperkaya perspektif dalam memandang hidup yang beragam. Pastinya, saya harus tetap berusaha merawat adab dalam melihat keberagaman cara mendidik, mengasuh, dan membangun relasi di lingkungan pesantren. Termasuk belajar menjadi lebih bijaksana dalam memahami sudut pandang orang lain yang mungkin sangat jauh berbeda dengan pandangan saya yang sudah memahami dunia pesantren.

Sebagaimana ilmu yang tak hanya perlu dipelajari, tetapi juga harus diamalkan, begitu pula dengan sikap bijaksana: ia bukan sekadar wacana, tetapi harus tumbuh dalam laku keseharian, dalam cara bersikap terhadap guru, terhadap sesama, dan terhadap mereka yang berbeda pandangan. Kemuliaan seseorang tak hanya diukur dari banyaknya ilmu yang dimiliki, tetapi dari sejauhmana ia mampu menjaga adab dan menghargai perbedaan dengan hati yang lapang. []

Tags: GontorKiaiPesantren salafPondok Pesantren
Share18Tweet11Send
Previous Post

Forjim Jajaki Kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Turki di Indonesia

Next Post

Global MUN UNIDA Gontor Teguhkan Diplomasi Kolektif OIC untuk Perdamaian Palestina Berkelanjutan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
UNIDA Gontor Gelar Ramadhan Ceria di Dusun Ngetrep

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

16 October 2026
Darul Falah Sukorejo Bedah Buku Karya Habiburrahman El Shirazy

Darul Falah Sukorejo Bedah Buku Karya Habiburrahman El Shirazy

0
Otak Orang Dewasa Tersinkron dengan Bayi Saat Bermain Bersama   

Al-Qur’an dan Gaya Pengasuhan Anak Usia Dini

0
Cuaca Ekstrem Akibat Banjir Bandang  Lumpuhkan Wilayah Turki

Cuaca Ekstrem Akibat Banjir Bandang Lumpuhkan Wilayah Turki

0
Segudang Manfaat Kesehatan Tanaman Akar Kucing

Segudang Manfaat Kesehatan Tanaman Akar Kucing

0
Pusat Data ChatGpt ‘Kuras’ Jutaan Liter Air Bersih

Pusat Data ChatGpt ‘Kuras’ Jutaan Liter Air Bersih

0
Pusat Data ChatGpt ‘Kuras’ Jutaan Liter Air Bersih

Pusat Data ChatGpt ‘Kuras’ Jutaan Liter Air Bersih

20 October 2026
Segudang Manfaat Kesehatan Tanaman Akar Kucing

Segudang Manfaat Kesehatan Tanaman Akar Kucing

20 October 2026
Otak Orang Dewasa Tersinkron dengan Bayi Saat Bermain Bersama   

Al-Qur’an dan Gaya Pengasuhan Anak Usia Dini

20 October 2026
Darul Falah Sukorejo Bedah Buku Karya Habiburrahman El Shirazy

Darul Falah Sukorejo Bedah Buku Karya Habiburrahman El Shirazy

20 October 2026
Kunci Penting Membangun Cinta Agama pada Anak Tanpa Merusak Fitrah

Kunci Penting Membangun Cinta Agama pada Anak Tanpa Merusak Fitrah

20 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result