pesanan-majalah-edisi-khusus
31 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 6 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Dirasah

Sanad sebagai Fondasi Intelektual Pesantren

Oleh Fathurrochman Karyadi, Peneliti dan Ketua Yayasan Warisan Naskah Nusantara, Jakarta

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
20 July 2024
in Dirasah
0
Sanad sebagai Fondasi Intelektual Pesantren

Foto: tagar.id

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) meminta saya dan Handoko F Zainsam mengisi kajian Seri Diskusi Naskah Nusantara ke-45. Forum yang digelar pada Rabu, 8 Mei 2024, itu mengusung tema “Transmisi Intelektual Pesantren: Jejak Sanad Kitab Hadits Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari”. Saya pun memohon restu kepada cicit Kiai Hasyim yang kini menjadi Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz. Beliau pun mendoakan, “Semoga bisa dimanfaatkan sebagai forum untuk menyampaikan kebenaran perjalanan sejarah rantai keilmuan yang tersambung sampai kepada Rasulullah SAW”. Tiba-tiba saya memahami bahwa sanad yang merupakan mata rantai keilmuan murid ke guru merupakan fondasi utama yang membuat pesantren kokoh berdiri. Melalui sanad, transmisi intelektual Islam terjaga selama berabad-abad.

Sanad ada yang berupa catatan dalam bentuk manuskrip atau dokumen oleh para pemilik ilmu yang kini terus dilestarikan dan berlangsung. Selain media tulisan, menurut Muhammad Mustafa Azami dalam Studies in Hadith Methodology and Literature, sanad ada kalanya berupa pengajaran lisan dan demonstrasi praktis. Pada mulanya, sanad hanya diterapkan dalam disiplin ilmu hadits.

Namun dalam perkembangannya, para penulis kitab pun menurunkan sanad kepada para murid-muridnya. Sementara para penulis kitab pun memiliki sanad yang terus bersambung kepada Nabi Muhammad. Sistem jaringan sanad berkembang berbagai disiplin ilmu keislaman seperti tafsir, fikih, dan sejarah Islam. Dalam tafsir, dikenal pendekatan tafsir bi al-ma’tsur atau tafsir bi al-riwayah yang menekankan pada transmisi.

Studi sejarah Islam juga menggunakan model historiografi dengan al-riwayah. Sanad juga penting dalam fikih. Jaringan sanad yang lebih luas ditemukan dalam tarekat yang dise[1]but “silsilah”, yang melanjutkan hubungan hingga Nabi. Jaringan ini membentuk jaringan ulama dan pengetahuan dalam Islam (Saifuddin, 2009).

BACA JUGA

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Walisongo dan Proses Islamisasi di Kepulauan Nusantara

Masjid sebagai Poros Utama Peradaban Islam

Stigma Buruk Masyarakat terhadap Kaum Perempuan dalam Perspektif Islam

Kiai Hasyim dan Sanad

Salah seorang ulama yang kerap menjadi rujukan Muslim Indonesia ialah Kiai Hasyim Asy’ari (w. 1947). Dia merupakan guru banyak ulama di Indonesia. Semasa hidup, hadratus syaikh menghabiskan waktu untuk memperjuangkan pesantren dan juga menghimpun kekuatan untuk melepaskan bangsa ini dari penjajahan. Tidak mudah, hal itu dia lakukan dengan pengorbanan. Pesantren yang semula dibangunnya dengan susah payah, dibakar oleh preman setempat yang merupakan suruhan penjajah Belanda. Kemudian murid-muridnya berkumpul dan melindungi hadratus syaikh. Dengan begitu, dia tetap bisa mendakwahkan Islam melalui jalur pendidikan.

Gagal menggunakan jalur kekerasan, Belanda berupaya memberikan penghargaan kepadanya. Yang diharapkan nantinya pesantren dapat disetir oleh kompeni Belanda. Ternyata dua kali mereka mengajukan penghargaan, hadratus syaikh menolak semuanya. Penolakan itu merupakan istiqamah KH Hasyim untuk tetap merdeka dalam mendidik santri. Maka kurikulum pesantren pun murni, tidak ada pesanan penjajah, sistem juga tidak diubah ikut-ikutan sistem Belanda yang sekuler itu.

Penolakan terhadap penjajah asing sudah mendarah-daging dalam diri santri di sejumlah pesantren di bumi Nusantara ini. Pesantren yang didirikan, juga pesantren-pesantren umumnya di tanah Jawa, pada masa itu dijadikan benteng perjuangan dan agen perubahan sosial. Dalam perjalanan dakwahnya, pendiri Nahdlatul Ulama ini belajar kepada sejumlah ulama. Di antaranya Syaikhuna Kholil di Bangkalan Madura. Kepada sang alim, hadratus syaikh menunjukkan totalitas tawadhu dan suhbatul ustadz. Apapun yang diperintahkan syaikhuna, dia pasti mengerjakan hal itu. Selain itu, dia juga pernah berguru kepada KH Sholeh Darat di Jawa Tengah. Di sini dia bertemu dengan pendiri Muhammadiyah yang masih muda, KH Ahmad Dahlan yang punya nama kecil Muhammad Darwis.

Dia juga berguru kepada banyak ulama, baik di dalam maupun luar negeri. Sebagai salah satu tokoh kunci dalam sejarah pesantren di Indonesia, dia memiliki catatan sanad yang beragam. Mahaguru Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini mendapat sanad keilmuan dari guru besarnya, Syekh Mahfudz Tremas (w. 1920). Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, manuskrip sanad yang ditulis oleh Kiai Hasyim Asy’ari diketahui bahwa ia memperoleh sanad dari Syekh Mahfudz Tremas untuk beberapa kitab hadits. Di luar itu, masih banyak yang perlu dilakukan penelusuran lebih dalam.

Dari mata rantai itu, Kiai Hasyim Asy’ari memiliki sanad sampai 22 guru untuk Kitab Sahih Bukhari karya Muhammad bin Ismail al-Bukhari (w. 870). Sahih Muslim karya Muslim bin al-Hajjaj (w. 875) mencapai 20 guru ke atas. Sebanyak 23 guru sanad al-Muwaththa’ buah pena Malik bin Anas (w. 795).  Sahih Tirmidzi 23 guru, karangan Muhammad bin Isa at-Tirmidzi (w. 892). Sebanyak 22 guru untuk Sunan Abi Dawud karya Abu Dawud Sulaiman bin Al-Asy’ats (w. 888).

Selain kitab-kitab hadits, Kiai Hasyim juga mendapat banyak sanad intelektual dari Syekh Mahfudz seperti fiqh, tasawuf, dan sebagainya. Tak hanya itu, dari guru-guru lainnya, Kiai Hasyim juga memiliki mata rantai keilmuan, di antaranya Syekh Abdusysyakur Surabaya yang bermukim di Mekkah. Pasca Kiai Hasyim, penyebaran sanad terus berlanjut. Dua santri Kiai Hasyim melanjutkan sanad Sahih Bukhari Muslim yakni Kiai Idris Kamali (w. 1984) dan Kiai Syamsuri Badawi (w. 2000). Pasca keduanya, pengajian sanad Bukhari Muslim diteruskan oleh Kiai Habib Ahmad (w. 2020). Selanjutnya, estafet pengajian dipegang oleh Kiai Kamuli Khudari dan Kiai Abdul Aziz Sukarto Faqih. Bahkan kini, pengajian bisa diikuti secara live streaming melalui YouTube.

Tantangan Pesantren ke Depan

Pesantren menghadapi tantangan masa depan dalam era teknologi dan perubahan sosial. Dengan segala peluang, termasuk sanad sebagai fondasi, pesantren perlu mengatasi keterbatasan akses dan keterampilan digital, menemukan keseimbangan antara tradisi dan inovasi, serta mengembangkan kurikulum yang relevan. Pelatihan tenaga pengajar dan sikap inklusif terhadap globalisasi juga menjadi kunci dalam mempertahankan relevansi pesantren di era modern.

Langkah konkret yang bisa dikerjakan, keluarga atau pewaris pesantren, kiai dan para gus, dapat melahirkan kader-kader peneliti dari kalangan santri. Mereka tidak hanya ‘mengaji’, tetapi juga ‘mengkaji’ peninggalan manuskrip dan kitab para pendiri pesantren terdahulu. Dengan langkah ini, setiap pesantren akan memiliki pusat penelitian dan pengembangan (litbang) dan ruang arsip khusus untuk menyimpan dokumen sejarahnya.

Selanjutnya, dari sumber primer ini, disusunlah kurikulum khas untuk setiap pesantren yang terintegrasi dengan perkembangan teknologi, multimedia, dan digital. Diharapkan, pesantren dan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta, dapat membentuk jaringan kolaboratif dalam pengembangan riset dan studi inovatif. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia akan memiliki Perpustakaan Pesantren Nasional Republik Indonesia di masa depan, yang akan menyimpan berbagai data, kitab, dan salinan manuskrip dari seluruh pesantren di negeri ini. Mari kita gagas! []

Tags: KH Hasyim Asy'ariPesantrenSanad
Share23Tweet14Send
Previous Post

Kecam Resolusi Parlemen Israel yang Tolak Negara Palestina, HNW: Itu Makin Tunjukkan Wajah Israel yang Kolonialis, Antiperdamaian dan Antidemokrasi

Next Post

SMPIT Pesantren Nururrahman Depok Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

1 September 2026
Pendidikan Pesantren Solusi Holistik Untuk Indonesia dan Dunia

Pendidikan Pesantren Solusi Holistik Untuk Indonesia dan Dunia

0
PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

0
GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

0
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

0
Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

0
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

6 September 2026
PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

6 September 2026
Pendidikan Pesantren Solusi Holistik Untuk Indonesia dan Dunia

Pendidikan Pesantren Solusi Holistik Untuk Indonesia dan Dunia

6 September 2026
Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

5 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result