Jakarta, Gontornews — Ketua Panitia Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026, Dr KH Anang Rikza Masyhadi MA, menegaskan pentingnya mempertemukan gagasan serta memperkuat kolaborasi antar-lembaga untuk membangun masa depan pendidikan Islam yang lebih holistik. Hal tersebut disampaikannya saat membuka gelaran Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 yang dihadiri oleh ratusan pimpinan lembaga pendidikan dari dalam dan luar negeri.
“Hari ini kita tidak sekadar berkumpul untuk menyelenggarakan sebuah konferensi. Kita sedang mempertemukan gagasan, pengalaman, jejaring, dan harapan untuk bersama-sama memikirkan masa depan pendidikan Islam yang lebih holistik, unggul, adaptif, dan berwawasan global,” ujar Kiai Anang saat memberikan sambutan Pembukaan GIHES di Hotel Bobudur, Jakarta, 5 September 2026.
Kia Anang menambahkan, isu pendidikan Islam yang holistik saat ini bukan lagi sekadar perhatian satu kelompok atau jenis lembaga tertentu, melainkan telah menjadi agenda bersama seluruh ekosistem pendidikan di Indonesia.
“Kehadiran para peserta menunjukkan bahwa isu pendidikan Islam holistik telah menjadi agenda bersama pesantren, sekolah, madrasah, perguruan tinggi, ormas Islam, lembaga filantropi, pemerintah, hingga dunia usaha. Forum ini tidak dimaksudkan untuk satu kelompok atau satu model pendidikan saja. Summit ini adalah rumah bersama bagi seluruh ekosistem pendidikan Islam di Indonesia,” tambahnya dalam rilis yang diterima gontornews.com.
Lembaga Lintas Negara
Kiai Anang menyampaikan bahwa antusias peserta terhadap ajang internasional ini sangat tinggi. Tercatat, sebanyak 283 peserta mewakili 209 lembaga hadir dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Aceh dan Papua.
Dari sisi kelembagaan, peserta yang hadir merepresentasikan keragaman corak pendidikan Islam di Indonesia, meliputi: 160 Pesantren/Boarding School (baik Ashriyah/Modern maupun Salafiyah); 22 Sekolah dan Madrasah (termasuk jaringan MAN Insan Cendekia, Al-Azhar, Formakin, Tahfidz, dan MPDI); 15 Perguruan Tinggi; dan perwakilan dari 7 Organisasi Islam (seperti Rabithah Ma’ahid Islamiyah/RMI, LP2M PP Muhammadiyah, Al-Irsyad, Wahdah Islamiyah, Hidayatullah, Asosiasi Ma’had Aly, dan Pendidikan Diniyah Formal)
Tidak hanya itu, GIHES 2026 juga menarik perhatian internasional dengan hadirnya delegasi dari berbagai negara, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Arab Saudi, Mesir, Amerika Serikat, Tiongkok, hingga Turki.
Dalam forum GIHES 2026, Pimpinan Pondok Modern Tazakka Batang itu juga menyampaikan enam isu utama yang menjadi fokus, peminatan dan perhatian besar para peserta. Beberapa di antaranya, yakni: kurikulum holistik hingga pesantren dan kesehatan mental. [Mohamad Deny Irawan]






















