10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 23 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Dirasah

Stigma Buruk Masyarakat terhadap Kaum Perempuan dalam Perspektif Islam

Oleh Zakiah Darajat, Peserta Program Kaderisasi Ulama UNIDA Gontor Angkatan XVII

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
20 May 2024
in Dirasah
0
Foto: sarung BHS

Islam datang menjadi pedoman hidup bagi umat manusia, yang berisikan hukum, ilmu, dan budaya baru, yaitu meningkatkan derajat perempuan. Dalam ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW, perempuan dipandang sebagai makhluk Allah yang sama mulianya dengan kaum laki-laki dan yang menjadikan pembeda di antara keduanya hanyalah Takwa.

Kondisi perempuan sebelum datangnya Islam sangatlah memilukan. Pembunuhan terhadap anak-anak perempuan merupakan sebuah kewajaran karena bagi para pemuka Quraisy saat itu memiliki anak perempuan merupakan aib yang sangat menghinakan. Hal ini tentu menjadi sejarah kelam sebelum datangnya Islam hingga Allah mengabadikan peristiwa kejahiliyahan ini di dalam Al-Qur’an surah At-Takwir 8-9: “Tatkala bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh.”

Penisbatan perempuan sebagai jelmaan iblis oleh Barat ternyata tidak menjadi satu-satunya catatan kelam sejarah tentang perempuan. Peradaban Timur dalam hal ini Bangsa Arab di masa lalu sebelum datangnya Islam juga turut memberi catatan kelam dalam sejarah ketika berbicara tentang kondisi perempuan di masa lalu. Sebelum Islam datang, perempuan hanya mendapatkan kesempatan tiga kali keluar dalam hidupnya. Pertama, keluar dari rahim ibunya. Kedua, keluar untuk pindah ke rumah lelaki yang meminangnya dan terakhir keluar dari rumahnya menuju pemakamannya. Kondisi ini berlangsung selama berabad-abad. Sampai Islam datang dan memberikan hak bagi kaum perempuan untuk keluar rumahnya dalam rangka untuk beribadah. Perempuan diizinkan untuk haji dan umrah, perempuan diizinkan untuk pergi ke masjid, bahkan perempuan pun mendapatkan hak yang sama dengan kaum laki-laki untuk bermajelis bersama Rasulullah SAW.

Diceritakan dalam sejarah, ketika ada seorang sahabat bertanya  kepada Atikah binti Zaid, istri Khalifah Umar bin Khattab, ketika beliau ingin berangkat ke masjid “mengapa ia tetap keluar dari rumahnya untuk shalat ke masjid padahal ia mengetahui betapa cemburunya Umar ketika istrinya keluar dari rumah?” Atikah pun menjawab, “Sabda Nabi yang berbunyi “janganlah kalian mencegah hamba-hamba perempuan Allah untuk mendatangi masjid-masjid Allah” menjadi alasan mengapa Umar tak pernah melarangku, meskipun ia cemburu.” Bahkan menurut sebuah riwayat ketika peristiwa penusukan Umar, Atikah sedang berada di masjid.

BACA JUGA

Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Walisongo dan Proses Islamisasi di Kepulauan Nusantara

Masjid sebagai Poros Utama Peradaban Islam

Sanad sebagai Fondasi Intelektual Pesantren

Pancasila dan Politik Identitas

Dari kisah di atas Amirul Mukminin Umar bin Khattab seolah ingin menegasikan dan memberitahukan pada umat bahwa ia tidak ingin mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sehingga hal ini dapat menjadi pelajaran bagi umat terdahulu dan yang akan datang. Sejatinya agama ini tidaklah membatasi kesempatan perempuan untuk beribadah di luar rumah, selama perempuan tersebut mampu menjaga izzah dan iffah-nya sebagai seorang Muslimah.

Islam sudah lebih dahulu berbicara dan mengonsep kebebasan perempuan. Hal ini tentu sangat berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat Barat yang bahkan sampai saat ini masih sibuk berkoar menuntut kebebasan untuk kaum perempuan. Salah satu kisah di masa Rasulullah yang menjadi justifikasi kebebasan perempuan di dalam Islam ialah kisah Khansa’ binti Khadzam al-Anshari yang merupakan sosok perempuan yang hidup di zaman Rasulullah SAW. Ia berasal dari keturunan Bani Amr bin Auf bin Aus. Ia merupakan salah satu sahabiyah yang juga turut meriwayatkan beberapa hadis dari Rasulullah.

Diceritakan suatu ketika Khansa dipaksa menikah oleh ayahnya dengan anak dari kerabat ayahnya akan tetapi Khansa tidak menyukai pilihan ayahnya tersebut. Lalu kemudian, ia pergi menanyakan perihal perjodohan yang tidak disetujuinya kepada Rasulullah sehingga Rasulullah memberikan peringatan, tidak hanya kepada ayah Khansa tetapi juga kepada seluruh kaum Muslimin bahwa tidaklah diperbolehkan menikahkan seorang perempuan tanpa menanyakan kesediaan perempuan tersebut lebih dulu. Dan diperbolehkannya seorang perempuan menolak lamaran apabila ia khawatir akan zalim kepada orang yang meminangnya sebab tidak ada kecenderungan di dalam hatinya.

Meski Islam sudah mendobrak budaya diskriminasi terhadap wanita, tetap saja ada propaganda bahwa Islam dituduh melahirkan patriarkhisme, dan mendiskriminasi kaum perempuan, menjadikan perempuan sebagai manusia kelas dua yang lemah serta tidak pantas memimpin suatu kaum. Siapa lagi dalangnya kalau bukan kaum pemuja kesetaraan yang menghedaki umat Islam khususnya kaum perempuan semakin jauh dari agamanya.

Tantangan untuk kaum perempuan tidak hanya datang dari luar seperti ideologi feminisme yang sibuk mendengungkan otoritas tubuh perempuan, dan ajakan untuk menanggalkan fitrah keperempuanan agar dapat berperan seperti lelaki.

Di waktu yang hampir bersamaan para Muslimah juga mendapatkan tekanan dari kelompok Islam yang masih menganggap bahwa keluarnya perempuan dari rumah akan membawa fitnah. Sehingga hal ini harus disiasati dengan menekankan pada kaum perempuan untuk berdiam di rumahnya, seperti apa yang dipesankan oleh Nabi bahwa “sebaik-baik tempat bagi perempuan ialah di rumahnya”. Padahal para ulama sudah banyak yang menjelaskan bahwa hadis ini dikhususkan untuk istri-istri Nabi. Sementara istri-istri kaum Muslimin tidak dilarang untuk keluar rumah membersamai suaminya dalam perniagaan atau pergi ke majelis ilmu.

Tentu ini merupakan pemaknaan yang keliru dan membuat keraguan dalam diri para Muslimah yang memiliki cita-cita tinggi untuk memberikan sumbangsih terbaik membangun bangsa. Para Muslimah di era modern dibuat bingung dan seolah harus memilih satu di antara dua pilihan. Di antaranya pilihan menjadi perempuan yang terjaga dengan diam di dalam rumah, atau keluar dari rumah dengan membawa bahaya fitnah yang melekat pada dirinya.

Stigma buruk yang sering didengar di tengah masyarakat ialah perempuan harus memilih antara menjadi perempuan karir atau ibu rumah tangga. Jika perempuan yang telah menjadi istri dan ibu memilih untuk bekerja keluar dari rumahnya maka ia akan dianggap gagal mengurusi rumah, anak, dan suaminya. Sebaliknya, perempuan yang memutuskan menjadi istri dan ibu yang tinggal di rumah atau dikenal dengan ibu rumah tangga dianggap merupakan perempuan lemah yang menggantungkan hidup pada suaminya, perempuan ini dianggap tidak akan mampu mengaktualisasikan diri sebab ia berada dalam sebuah institusi keluarga yang secara tidak langsung memperbudaknya.

Bahkan di tengah masyarakat masih hidup anggapan bahwa perempuan yang cerdas akan sulit mendapat pasangan sebab kecerdasannya akan membuat si perempuan tersebut akan sering membantah dan mendebat suaminya. Sehingga hal ini membuat para orangtua yang masih mengadopsi cara pandang kolonial atau cara pandang masa lampau menyekolahkan anak perempuan sampai bertitel hanya akan menghabiskan uang. Jika semakin panjang gelar yang disandang, maka si perempuan sulit untuk mendapatkan pasangan.

Meskipun sudah jelas nash-nash yang membicarakan tentang bagaimana Islam begitu paripurna mengatur kebebasan perempuan namun tetap saja ada kelompok yang senang membuat gesekan di tengah umat. Serta mendekonstruksi makna di dalam nash-nash yang mendukung tentang bagaimana Islam telah memberikan kebebasan untuk kaum perempuan.

“Seandainya aku akan memerintahkan seseorang sujud kepada seorang niscaya aku perintahkan istri sujud kepada suaminya.” (HR Tirmidzi). Hadis ini seringkali ditekankan untuk menekan kaum perempuan agar tetap  tinggal di dalam rumahnya dan memberikan seluruh hidupnya untuk suami sebagai syarat untuk dapat memasuki surga dari pintu mana saja. Padahal jika kembali merujuk pada sirah Nabi mengeluarkan hadis ini disebabkan seorang sahabat datang yang ingin bersujud kepada Nabi karena melihat orang-orang di negeri lain bersujud kepada raja-raja mereka. Sekaligus hadis ini ingin menegasikan beratnya amanah yang dipikul oleh seorang suami sebagai qowwam sehingga pantaslah ia mendapatkan ketaatan dari istrinya.

Tentu pemahaman yang membuat makna hadis di atas seolah sangat mendiskriminasi kaum perempuan merupakan pemahaman yang keliru dan siapapun yang dengan sengaja membuat penafsiran tersebut maka hakikatnya ia tengah disebut di dalam firman Allah dalam surat Al Baqarah: 159 dan sabda Nabi yang berbunyi, “Barangsiapa yang menyembunyikan ilmu, akan dikendalikan mulutnya oleh Allah pada hari kiamat dengan kendali dari api neraka.” (HR Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya).

Jelas bahwa Islam tidak pernah mengerdilkan peran dan mendeskriminasi kaum perempuan. Segala stigma buruk masyarakat yang bahkan di antara mereka ada yang mengeklaim diri sebagai kelompok Islam merupakan bentuk desakralisasi nash-nash yang semula bertujuan untuk memuliakan kaum perempuan menjadi dalih untuk membatasi peran hingga mendiskriminasi kaum perempuan, sehingga kaum perempuan terkungkung di dalam kebimbangan untuk memaksimalkan peran kebermanfaatan di tengah umat. []

Tags: IslamMuslimahPerempuan
Share16Tweet10Send
Previous Post

Keunggulan dan Tantangan Universitas Pesantren

Next Post

PKBM Primago Indonesia Gelar Asesmen Sumatif: Tingkatkan Kualitas Pendidikan dengan Tujuan Jelas

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result