Jakarta, Gontornews – Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) deklarasikan jihad terhadap Narkoba. LPOI menilai bahwa Jihad terhadap narkoba dilakukan demi menjaga kedaulatan bangsa dan NKRI.
Berikut bunyi Deklarasi Jihad Terhadap Narkoba yang juga dihadiri oleh gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan sekaligus seminar nasional bertajuk “Perang Melawan Narkoba Demi Menyelamatkan Nkri” yang dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (22/12):
“Kami Ormas – ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), mendeklarasikan Jihad terhadap narkoba demi kedaulatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI):
1. LPOI bertekad membersihkan narkoba dari seluruh sekolah-sekolah, mulai pesantren, sekolah dasar, sampai dengan perguruan tinggi.
2. Mendukung penuh Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam rangka membasmi tuntas bandar dan pengedar narkoba di Indonesia.
3. Menuntut Pemerintah untuk memperjuat BNN melalui pembentukan Detasemen Khusus (Densus).
4. Mendesak kepada Presiden Republik Indonesia untuk tidak memberi pengampunan kepada terpidana bandar dan pengedar narkoba serta segera mengeksekusi terpiana mati.
5. Memerangi kejahatan narkoba termasuk pengkhianat Bangsa yang bekerjasama dengan kekuatan perusak dari dalam maupun luar negeri.”
Selain Aher, hadir pula dalam pembacaan deklarasi ini, ketua Badan Narkotika Nasional, Komisaris Jendral Budi Waseso. Dalam kesempatan yang sama, Buwas, sapaan akrabnya, menyebut deklarasi ini semakin menguatkan peran BNN.
“Deklarasi ini menambah kekuatan saya. Narkoba masalah besar bangsa kita. Setelah menjadi kepala BNN saya ngeri sendiri, saya tahu begi tu dahsyatnya ancaman untuk keberlangsungan bangsa kita,” Ungkap Budi.
Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk tersangka narkoba berdasarkan jenis pekerjaan pada tahun 2008 s/d 2012 menunjukan jumlah yang signifikan, PNS tercatat 1.318 orang, Polri/TNI 1.365 orang, Tani 4.645 orang, Buruh 18.321 orang. Mohamad Deny Irawan




















