Baghdad, Gontornews — Korban tewas karena demonstrasi anti-pemerintah di Irak telah meningkat menjadi 556. Demikian dikatakan Komisi Tinggi Independen Hak Asasi Manusia (HAM) Irak pada 2 Februari.
Sebuah pernyataan dari kantor pers Ali al-Bayati, seorang wakil komisi, mengatakan mereka yang meragukan angka tersebut harus mengungkapkan buktinya.
Seperti dirilis hurriyetdailynews.com, Irak telah diguncang oleh protes massa sejak awal Oktober akibat kondisi kehidupan yang buruk dan korupsi, yang memaksa Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi mengundurkan diri pada November tetapi tetap sebagai kepala negara sementara.
Presiden Barham Salih menunjuk mantan menteri komunikasi Mohammed Tawfiq Allawi sebagai perdana menteri baru pada 1 Februari dan memerintahkannya untuk membentuk pemerintahan baru.
Menurut Amnesty International dan pernyataan-pernyataan Salih sebelumnya, lebih dari 600 orang telah tewas selama aksi protes berlangsung.
Komisi sebelumnya mengumumkan, lebih dari 17.000 orang telah terluka. []




















