Jakarta, Gontornews — Setelah Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mensosialisasikan Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) satu Pimpinan Daerah Satu BTM di seluruh jaringan Muhammadiyah se-Indonesia animo warga Muhammadiyah untuk mendirikan Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) semakin tinggi.
Demikian pesan yang didapatkan oleh Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pati dan Rembang saat melakukan studi kunjungan kerja ke pusat koperasi BTM Jawa Tengah Pekalongan dan LKMS BTM Pemalang, Selasa (22/01).
Dikutip muhammadiyah.or.id, Ketua Pusat BTM Jawa Tengah Ahmad Sahowi mengatakan, keberadaan BTM sangat strategis bagi warga Muhammadiyah untuk menjalankan pilar ekonomi Muhammadiyah. Apalagi GMM telah mendapatkan dukungan dari Kementerian Koperasi dan UKM serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurutnya, banyak warga Muhammadiyah yang ingin mendirikan BTM berbasis Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan syariah (KSPPS) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Animo tinggi terjadi karena sejauh ini akses pembiayaan keuangan yang dimilliki oleh masyarakat dalam pengembangan usaha dirasa masih minim sehingga keberadaan BTM diharapkan dapat menjadi alternatif dalam keuangan inklusif.
Achmad Suud menjelaskan Pati dan Rembang memiliki potensi besar untuk pengembangan BTM karena secara geografis memiliki potensi ekonomi yang signifikan pada sektor kemaritiman, pertanian, perdagangan dan jasa. “Untuk itu induk BTM dan Puskop BTM Jawa Tengah akan mendukung penuh jika PDM Pati dan Rembang mendirikan BTM” tegasnya.
Terkait pendirian BTM menurut Ketua MEK PDM Pati Bonar Budiono keberadaan Lazismu adalah prasyarat berdirinya BTM. “Saya rasa ini solusi yang baik untuk pengembangan program ekonomi MEK PDM Pati setelah sebelumnya telah mendirikan layanan LAZISMU di Pati,” paparnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien]






















