Baku, Gontornews — Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, Jumat (15/10/2021), menuduh Armenia memperdagangkan obat-obatan terlarang melalui jalur Karabakh dengan bantuan Iran. Aliyev bahkan tidak segan menyebut Armenia bersama Iran telah menggunakan Azerbaijan untuk memperdagangkan narkoba ke Eropa.
“Azerbaijan telah menutup rute perdagangan narkoba dari Iran ke Armenia dan kemudian ke Eropa yang dulu melewati wilayah Jabrayil,” kata Aliyev saat berpidato dalam forum Council of Head of State of the Commonwealth of Independet States.
“Volume heroin yang kami sita dari daerah lain di perbatasan Azerbaijan-Iran meningkat dua kali lipat ketimbang periode yang sama tahun lalu. Artinya, selama 30 tahun, Amernia, bersama Iran, menggunakan wilayah Azerbaijan untuk perdagangan narkoba ke Eropa,” sambung Aliyev sebagaimana dilansir Yeni Safak.
Baku dan Teheran saling bertikai atas dugaan kehadiran pasukan “pihak ketiga” di wilayah perbatasan Iran-Azerbaijan. Azerbaijan menolak tuduhan tersebut.
Pada September, Azerbaijan telah menyatakan bahwa truk-truk Iran telah memasuki wilayah Karabakh secara ilegal, teratur sebelum wilayah tersebut bebas dari pendudukan Armenia musim beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, hubungan antara Azerbaijan dengan Armenia sudah memanas sejak tahun 1991. Kala itu, militer Armenia menduduki wilayah Nagorno-Karabakh yang secara internasinal merupakan bagian dari wilayah Azerbaijan dan termasuk tujuh wilayah lain yang berdekatan.
Bentrokan terbaru terjadi pada September lalu dan berakhir pada 10 November dengan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Rusia.
Selama 44 hari, Azerbaijan membebaskan kota dan hampir 300 pemukiman dan desa, termasuk Jabrayil, dari pendudukan Armenia selama hampir tiga dekade. [Mohamad Deny Irawan]




















