Washington, Gontornews – Bank Dunia dikabarkan telah menyetujui proposal bantuan hibah sejumlah 480 juta Dollar Amerika Serikat kepada Bangladesh untuk membantu pemerintah setempat dalam upaya pemenuhan kebutuhan kesehatan, pendidikan, air, sanitas serta perlindungan sosial bagi para pengungsi Rohingya.
Untuk tahap awal, Bangladesh, sebagaimana dilansir Reuters, akan menerima bantuan senilai 50 juta Dollar Amerika di sektor Kesehatan.
Khusus hibah di sektor kesehatan, Bank Dunia melibatkan kemitraan antara Kanada serta International Development Association (IDA). Bantuan akan diberikan dalam bentuk pelayanan kesehatan, peningkatan gizi ibu, bayi, anak dan remaja, kesehatan reproduksi serta dukungan program Keluarga Berencana.
Sejak Agustus tahun 2017 yang lalu, setidaknya lebih dari 700.000 Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh setelah terjadi bentrokan antara warga sipil dengan miilter di Rakhine State.
“Kami sangat tersentuh oleh penderitan yang dialami oleh orang-orang Rohingya dan siap membantu sampai mereka kembali ke rumah mereka dengan aman, lapang dada dan bermartabat,” ungkap Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim sembari memberikan dukungan serupa kepada Bangladesh yang dikategorikan oleh Bank Dunia sebagai salah satu negara termiskin dunia.
Sementara itu, Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Marie-Claude Bibeau menambahkan bahwa setiap dolar bantuan yang diberikan oleh Kanada akan dialokasikan untuk mendukung layanan kesehatan dan gizi bagi para pengungsi.
Rencananya, Kim dan Sekretaris PBB Antonio Guterres akan berkunjung ke Bangladesh pada 1-2 Juli 2018 mendatang dalam rangka memantau krisi pengungsi Rohingya di Bangladesh serta solusi yang akan diambil oleh otoritas politik tingkat dunia tersebut. [Mohamad Deny Irawan]



















