Jakarta, Gontornews — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan saat ini daerah wisata khususnya di Pulau Jawa banyak yang belum memiliki rambu peringatan tsunami. Hal itu ditemukan saat menggelar Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami BNPB selama 32 hari.
Deputi BNPB, Lilik Kurniawan mengatakan rambu peringatan tsunami di daerah wisata sangat penting. Sebab, daerah wisata khususnya yang berada di daerah pantai yang tidak memiliki rambu peringatan tsunami akan membahayakan keselamatan pengunjung.
“Hal ini pastinya sangat riskan bagi keselamatan pengunjung,” katanya dalam siaran pers di Jakarta.
Ekspedisi Destana Tsunami yang telah berhasil menjangkau 512 desa yang ada di pesisir Selatan Jawa mulai dari Timur ke Barat, terbagi dalam empat segmen, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten.
“Masing-masing segmen diikuti oleh 200 orang yang melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat, lembaga usaha, dan media,” lanjutnya.
Dalam Ekspedisi Destana Tsunami lanjut Lilik, pihaknya telah berhasil memberikan pemahaman soal bencana kepada sebanyak 42 ribu masyarakat dan lebih dari 3.700 orang perangkat desa.
Namun demikian, Lilik menyampaikan dari 518 drsa yang menjadi target sasaran, ada sebanyak enam desa yang tidak berhasil dijangkau untuk menyosialisasikan kesiapsiagaan dan potensi tsunami.
“Ada beberapa kendala yang dihadapi di lapangan, termasuk penolakan dari kepala desa dan perangkat desa,” lanjutnya.
Sampai saat ini, menurutnya pihaknya telah menemukan tingkat kesiapsiagaan di beberapa daerah sudah cukup baik, terutama daerah-daerah yang pernah mengalami tsunami. Sementara untuk daerah yang belum pernah mengalami tsunami masih banyak yang belum paham dan tidak tahu jalur evakuasi saat bencana tiba.
“Padahal ada lebih dari 600 ribu jiwa yang tinggal di daerah yang rawan tsunami,” tuturnya.[Devi Lusianawati]


















