Moskow, Gontornews — Dua komandan terkemuka Ukraina yang mempertahankan pabrik baja Azovstal di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina bagian tenggara, telah dibawa ke Rusia untuk menjalani “investigasi”. Demikian menurut Kantor Berita Rusia, TASS, seperti dirilis laman dw.com.
Kedua komandan Ukraina itu yaitu Svyatoslav Palamar, wakil komandan batalion Azov, dan Serhiy Volynsky, komandan Brigade Marinir ke-36 Angkatan Bersenjata Ukraina.
Mereka dipindahkan ke Rusia dari Provinsi Donetsk di Ukraina yang dikuasai separatis, kata kantor berita tersebut, mengutip seorang warga Rusia yang tidak disebutkan namanya.
TASS mengatakan petugas Ukraina lainnya juga dipindahkan ke Rusia.
Ratusan pejuang Ukraina ditangkap oleh pasukan Rusia pada Mei setelah pengepungan brutal selama berbulan-bulan di pabrik itu. Dalam pengepungan itu mereka sembunyi di bunker dan terowongan bawah tanah yang ada di kompleks pabrik itu.
Nasib para pejuang itu tidak pasti. Moskow mengatakan pada saat itu bahwa mereka telah dibawa ke Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk.
Kyiv ingin semua pejuang diserahkan dalam pertukaran tahanan dengan Moskow, tetapi beberapa anggota parlemen Rusia ingin beberapa pejuang diadili.
Sementara itu warga sipil yang berlindung di pabrik kimia Azot di Sievierodonetsk menolak untuk mengungsi, kata gubernur wilayah Luhansk Ukraina, Serhiy Haidai, pada hari Ahad. Dia juga mengatakan meskipun semua jembatan menuju Sievierodonetsk hancur, ada cara untuk mengevakuasi orang dari kota dan membawa barang-barang yang dibutuhkan.[]


















