Kairo, Gontornews — Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi telah menegaskan kembali bahwa masalah Grand Ethiopia Renaissance Dam (GERD) merupakan “masalah penting” bagi Mesir. Ia menambahkan, kehadiran dam itu akan mempengaruhi pasokan air di negaranya.
Dalam pertemuan dengan Utusan Khusus AS untuk Tanduk Afrika Jeffrey Feltman pada hari Rabu, El-Sisi mengatakan Mesir ingin meningkatkan kerjasama bilateral dengan AS dan menggarisbawahi peran penting kemitraan tersebut dalam mencapai stabilitas di Timur Tengah dan Afrika.
Seorang juru bicara El-Sisi mengatakan, keduanya membahas beberapa masalah yang relevan dengan Tanduk Afrika, terutama soal GERD. Feltman mengatakan, AS ingin membantu mencapai “penyelesaian yang adil dan komprehensif” untuk masalah tersebut, mengingat hal itu sangat penting bagi Mesir dan kawasan itu.
Ethiopia mulai membangun bendungan gravitasi sepanjang 1,8 km pada 2011. Mesir khawatir bendungan itu akan mengancam pasokan airnya dari Sungai Nil. Sementara itu, Sudan, prihatin tentang keamanan bendungan dan pengaruhnya terhadap pasokan air di Sudan.
El-Sisi mengatakan Mesir telah mengadopsi pendekatan yang fleksibel terhadap masalah tersebut selama bertahun-tahun melalui berbagai metode negosiasi. Pendekatan Mesir, katanya, didasarkan pada kesepakatan yang “seimbang dan mengikat secara hukum” yang menghormati kepentingan Mesir, Sudan, dan Ethiopia. Dia menyalahkan Ethiopia atas kegagalan negosiasi karena “kurangnya kemauan politik”.
Ia menekankan bahwa Mesir masih mencari kesepakatan yang adil mengenai pengisian dan pengoperasian bendungan di bawah negosiasi yang disponsori oleh Uni Afrika, yang tahun ini dipimpin oleh Presiden Kongo Felix Tshisekedi. El-Sisi meminta komunitas internasional untuk membantu menyelesaikan krisis ini.
Feltman mengatakan AS sangat menghargai hubungan strategisnya dengan Mesir mengingat pengaruh politik Kairo dan peran penting di kawasan itu. Utusan itu juga menekankan keinginan Amerika untuk meningkatkan kerjasama dengan Mesir.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry dan Menteri Sumber Daya Air dan Irigasi Mohamed Abdel-Ati juga bertemu dengan Feltman. Mereka mengatakan kepadanya bahwa Mesir masih berharap mencapai kesepakatan atas GERD sebelum musim panas tahun ini.
Mereka menambahkan, proses pengisian bendungan harus dilakukan sesuai kesepakatan yang menghormati kepentingan Mesir dan Sudan – dua negara hilir.
Dalam pertemuan mereka dengan Feltman, para menteri menyatakan kesediaan Mesir untuk berbuat semaksimal mungkin untuk memastikan keberhasilan perundingan yang disponsori oleh Republik Demokratik Kongo.
Kedua menteri mengatakan Mesir berharap dapat bekerjasama dengan mitra internasionalnya, terutama AS, untuk mencapai tujuan ini. []


















