Ankara, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Ahad (19/9) bahwa dia akan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Yunani Kyriakos Mitsotakis di sela-sela acara Sidang Umum PBB pekan depan di New York.
Arabnews.com menulis, kedua negara yang merupakan anggota NATO dan saingan regional itu telah berselisih mengenai sejumlah masalah maritim di Mediterania dan migrasi.
Mitsotakis mengatakan pada hari Jumat bahwa Turki merupakan mitra penting dalam mengatasi tantangan migrasi baru ke Eropa dan membutuhkan dukungan.
Berbicara pada konferensi pers sebelum berangkat ke New York, Erdogan mengatakan Turki, yang menampung sekitar 4 juta pengungsi – sebagian besar warga Suriah – menderita beban terbesar dan kerugian terberat dari migrasi.
Ia menambahkan bahwa Turki akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Presiden Turki juga mengatakan negaranya siap untuk melakukan pembicaraan dengan Armenia tetapi menambahkan Yerevan perlu mengambil langkah untuk membuka jalur transportasi yang kontroversial melalui wilayahnya.
Armenia dan Turki tidak pernah menjalin hubungan diplomatik dan perbatasan bersama mereka telah ditutup sejak 1990-an.
Hubungan kedua negara telah memburuk karena dukungan Turki untuk sekutu regionalnya Azerbaijan, yang berjuang dengan Armenia tahun lalu untuk menguasai wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.
Namun awal bulan ini, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan Yerevan siap mengadakan diskusi untuk memperbaiki hubungan dengan Ankara.
“Jika dia (Pashinyan) ingin bertemu dengan Tayyip Erdogan, maka langkah-langkah tertentu harus diambil,” kata Erdogan.
Dia mengacu pada pembuatan koridor transit yang harus melalui Armenia untuk menghubungkan Azerbaijan ke kantong Nakchivan yang berbatasan dengan Turki dan Iran.
“Insya Allah masalah antara Azerbaijan dan Armenia akan teratasi dengan pembukaan koridor.”[]



















