Bogor, Gontornews — Aksi damai 212 merupakan momentum kebangkitan umat. Berawal dari pembelaan terhadap al-Qur’an, semangat 212 kini telah meluas ke spektrum ekonomi.
Hari ini, Jumat (6/1), STEI Tazkia Sentul, Bogor, sebagai kampus pelopor Ekonomi Islam menjadi tuan rumah dilaksanakannya grand launching koperasi primer syariah 212 sebagai investment holding yang nantinya akan menggerakkan seluruh potensi ekonomi umat.
Launching gerakan Koperasi Syariah 212 plus Gallery Aksi Damai 212 ini dilaksanakan di Ballroom Al Hambra Kompleks Kampus STEI Tazkia. Sebelumnya, Dr Syafi’i Antonio, ketua STEI Tazkia menjelaskan, ada keinginan kuat untuk menjadikan umat Islam sebagai umat yang mandiri dari sisi ekonomi.
Berbagai kalangan di berbagai daerah mencoba untuk membuat unit-unit ekonomi, mulai dari koperasi, lembaga keuangan, juga minimarket yang berlabelkan 212. Sayangnya, semangat dan inisiatif ini bergerak secara parsial dan masing-masing. Tidak terkoordinir (baca: terpusat) dengan rapi. Bila ini dibiarkan, maka potensi umat yang demikian besar tidak dapat dimaksimalkan dengan baik. “Sentralisasi gerakan ekonomi 212 penting dilakukan untuk mewujudkan maslahah yang lebih besar” tuturnya dalam rilisnya.
Ia mengatakan, gerakan ekonomi 212 ini mesti dikelola dengan baik; terpusat, transparan, akuntabel, dan profesional. Semangat aksi bela Islam 212 tidak boleh berhenti hanya pada gerakan saja, namun semangatnya mesti disalurkan pada gerakan-gerakan kolektif umat Islam.
Ustadz Antonio menceritakan, ide koperasi syariah 212 ini sendiri dimulai dari lontaran ide Eka Gumelar di sosial media yang ditanggapi langsung oleh masyarakat sehingga menjadi gerakan nyata atas dasar kepedulian umat untuk kesejahteraan bersama. “Alhamdulillah, inisiatif membangun ekonomi secara berjamaah telah menemukan momentumnya,” jelasnya. [M Khaerul Muttaqien/Rus]
























