pesanan-baju-kaos
36 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 18 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Kesehatan

Mencegah Tua atau Kembali Muda, Mungkinkah?

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
6 January 2017
in Kesehatan, Sains
0

Oleh Dedi Junaedi

Mencegah proses penuaan atau kembali menjadi muda adalah harapan banyak orang. Secara teori, ini juga masuk akal dengan mengendalikan gen ‘pemarka’ penuaan. Tetapi, mungkinkah itu dapat diwujudkan secara empiris. Lantas, bagaimana sains dapat menjelaskannya?

Penelitian baru menunjukkan adalah mungkin untuk memperlambat proses penuaan. Atau bahkan membalikkan penuaan menjadi peremajaan. Setidaknya indikasi ini terjadi pada tikus percobaan. Majalah Scientific American (Desember 2016) melaporkan, tim peneliti Salk Institute for Biological Studies (SIBS) di California, AS, dapat mengendalikan proses penuaan pada tikus percobaan.

Dengan mengutak-atik gen marker penuaan, tim SIBS dapat mengubah sel dewasa kembali menjadi sel remaja (embryoniclike). Merka dapat mempercepat, memperlambat, atau membalikkan proses penuaan pada tikus. Teknik ini dapat diterapkan untuk pemulihan tikus yang cedera. Secara in vitro, tim in I juga sedang mencoba hal serupa pada sel manusia.

BACA JUGA

Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Rumbia, Buah Khas Aceh yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Pertama kali dipublikasi jurnal Cell (15/12), penelitian ini menambah bobot pada argumen ilmiah bahwa  sebagian besar proses merupakan proses  epigenetik, perubahan yang terekspresi karena aktivitas gen tertentu.  Kehidupan sel dikendalikan antara lain melalui penambahan atau penurangan gen marker.  Pada manusia, aktivitas gen penuaan juga dipengaruhi oleh kebiasaan merokok, polusi atau faktor  lingkungan lainnya. Sebagian  perubahan ini terakumulasi dalam ekspresi  otot-otot yang melemah, pikiran yang melambat, kondisi tubuh yang menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Studi baru menunjukkan proses penuaan mungkin  kita dapat memanipulasi,” kata Juan Carlos Izpisua Belmonte, ahli ekspresi gen Salk Institute. Dalam studinya, dia dapat meremajakan sel tikus waktu singkat. Menurutnya, empat gen memiliki kapasitas untuk mengubah sel dewasa kembali menjadi sel  embryoniclike.



Pada tikus percobaan,  mereka mengaktifkan empat gen (dikenal sebagai “faktor Yamanaka” sebagai penghargaan atas jasa Shinya Yamanaka, Nobelis Kedokteran 2006, yang menemukan potensi gen tersebut). Pendekatan ini  dapat meremajakan otot dan pancreas tikus yang rusak. Aplikasi ini juga dapat memperpanjang usia hingga 30% pada tikus yang mengalami mutasi genetik yang bertanggung jawab terhadap munculnya sindrom Progeria Hutchinson-Gilford (PHG). PHG adalah penyebab munculnya gejala penuaan dini pada anak-anak.

Adanya faktor Yamanaka yang bisa membuat  perubahan terbalik pada gen regulator penuaan, beberapa ilmuwan melihat hasil kajian SIBS sebagai bukti lebih lanjut bahwa penuaan didorong oleh perubahan epigenetic yang reversible. “Saya berpikir bahwa pemrograman ulang epigenetik adalah cara utama untuk membalikkan penuaan,” kata David Sinclair,  peneliti genetika dari Harvard University.  Dia mengaku, serangkaian riset memberi banyak bukti bahwa pendorong utama  penuaan adalah perubahan epigenetik. Sinclair menambahkan, pihaknya  sedang mempersiapkan sebuah makalah yang menjelaskan apa yang menyebabkan perubahan penuaan pada manusia.

Studi Salk menggunakan model tikus paruh baya.  Secara teoritis, pemrograman ulang epigenetik dapat  bekerja pada tikus maupun  orang pada usia berapa pun, kata  Alejandro Ocampo, kolega Belmonte. Dia menyebut bahwa bahkan sel dari organ dalam  manusia ternyata juga  bisa diremajakan.  Keduanya sedang berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas aplikasi gen-gen marker. Mereka berharap tidak perlu waktu lama untuk mendapatkan tindakan rekayasa gen praktis yang dapat diterapkan untuk pengobatan pada manusia.

Matt Kaeberlein, ahli biologi molekuler dari University of Washington juga menemukan bukti empiris bahwa gen faktor Yamanaka dapat dimanipulasi untuk menghasilkan sel-sel remaja.  Meremajakan kembali  sel dewasa pada tikus percobaan atau dalam medium in vitro, menurutnya, tak lagi mengherankan. Tapi, dia belum berani mengatakan hal serupa bisa digunakan untuk menambah usia hewan atau manusia. ‘’Ada wow factor yang belum bisa dijelaskan,’’ tegasnya.

Kaeberlein menyakini, hasil studi menunjukkan bahwa proses penuaan apat dihambat atau diperlambat. Begitu juga kemungkinan dapat benar-nbenar membalikkan prosesnya. “Itu benar-benar menarik bahwa kelak orang tua dimungkinkan kembali tamoak berfungsi muda,” katanya.

Menurut Kaeberlein, juga  lebih mudah untuk membayangkan perawatan dengan membuat perubahan epigenome daripada untuk mempertimbangkan pergi ke setiap sel dan mengubah gen-nya. Ia juga mencatat bahwa hasil studi baru yang sangat mirip dengan fakta pada orang pikun, sel-sel mereka sebagian besar sudah kehilangan fungsinya. Sel-sel yang uzur akhirnya harus dikeluarkan tubuh hingga terjadilah penyusutan massa tubuh dan organ. Apakah hal seperti ini bisa diremajakan dengan memprogram ulang epigenetik selnya adalah tantangan menarik.

Manuel Serrano, seorang ahli penuaan Spanish National Cancer Research Center di Madrid, mengatakan dia terkesan dengan studi dan hasilnya. “Saya sepenuhnya setuju dengan kesimpulan. Karya ini menunjukkan bahwa perubahan epigenetik  bertanggungjawab terhadap proses penuaan, dan pemrograman ulang dapat memperbaiki kesalahan epigenetiknya, ” tulisnya dalam e-mail. “Ini akan menjadi dasar perkembangan menarik di masa depan.”

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa manupulasi gen ada juga bahayanya. Fakta riset menunjukkan selain ada keberhasilan, para peneliti juga menengarai bata batas tertentu utak-atik gen juga dapat memicu mutasi gen yang jika berlangsung terus  menimbulkan tumor dan kanker. Ada tikus yang mati karena tumor muncul dalam waktu seminggu.

Belmonte mengatakan timnya juga berusaha untuk menjawab apakah penuaan adalah proses yang terjadi secara serentak di seluruh tubuh. Atau, itu hanya terjadi pada beberapa jaringan tertentu yang vital, dimana ketika jaringan/organ itu berjalan buruk, maka akan memburuk juga seluruh tubuh organisme tersebut.

Dia menduga   hipotalamus otak –sebagai pusat kontrol untuk hormon, suhu tubuh, mood, kelaparan dan ritme jantung — mungkin juga bertindak sebagai pengatur penuaan. Makan, pendekatan lain diperlukan untuk menemukan solusi anti-penuaan. Misalnya dengan mengatur pola konsumsi, pembakaran kalori tubuh, atau memperhatikan proses regerenasi darah baru.

Kaeberlein berasumsi, untuk mengatasi masalah penuaan, mungkin perlu banhak strategi dan cara. Ada ada lebih dari satu cara untuk mengatasi persoalan. Terapi gen mungkin saja menjadi komplementer penting untuk membuat orang awet muda dan berumur panjang.

Beberapa senyawa seperti resveratrol, zat aktif dalam anggur merah,   tampaknya memiliki sifat anti-penuaan. Kondumsi nutrisi bioaktif dalam konsentrasi tinggi dilaporkan dapat menunda perubahan epigenetik dan melindungi tubuh dari  kerusakan jaringan pentingg tubuh. Tetapi, kata Sinclair, pendekatan terapi herbal ini bersifat sementara. Proses degenerasi  otot kembali terjadi, ketika  pengobatan berhenti atau dihentikan.

Lantas, kapan terapi gen yang berdampak permanen untuk mencegah penuaan tersedia? Belmonte menjabarkan bahwa serangkaian studi lanjutan harus dilakukan. Untuk sampai ke tataran praktis, menurutnya, mungkin kita perlu waktu  10 tahun lagi.

Hanya saja, tim SIBS percaya, dalam waktu tidak terlalu lama, aplikasi epigenetik dapat tersedia untuk mengatasi beberapa penyakit degeneratif yang merupakan pembunuh utama manusia. Antara lain penyakit jantung, kanker dan Alzheimer.

 

Tags: Kembali MudaMencegah TuaMungkinkah?
Share19Tweet12Send
Previous Post

Ledakan Mematikan Serang Izmir, Turki

Next Post

Hari Ini STEI Tazkia Jadi Tuan Rumah Launching Koperasi Syariah 212

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

12 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
UNIDA Gontor Gelar Ramadhan Ceria di Dusun Ngetrep

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

16 October 2026
Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

13 October 2026
Kisah Hijrah Dennis Lim, Tinggalkan Dunia Judi dan Menjadi Pendakwah

Kisah Hijrah Dennis Lim, Tinggalkan Dunia Judi dan Menjadi Pendakwah

0
Tantangan Orang Tua Mendidik Anak di Era Digital

Tantangan Orang Tua Mendidik Anak di Era Digital

0
Cara Darul Falah Sukorejo Hadapi Kecerdasan Buatan

Cara Darul Falah Sukorejo Hadapi Kecerdasan Buatan

0
Darul Falah Sukorejo di Panggung TVRI: Adab dan Kreativitas

Darul Falah Sukorejo di Panggung TVRI: Adab dan Kreativitas

0
masjid si pitung

Masjid Al Alam Marunda, Saksi Sejarah Islam di Pesisir Jakarta Utara

0
Cara Darul Falah Sukorejo Hadapi Kecerdasan Buatan

Cara Darul Falah Sukorejo Hadapi Kecerdasan Buatan

18 October 2026
Tantangan Orang Tua Mendidik Anak di Era Digital

Tantangan Orang Tua Mendidik Anak di Era Digital

18 October 2026
Darul Falah Sukorejo di Panggung TVRI: Adab dan Kreativitas

Darul Falah Sukorejo di Panggung TVRI: Adab dan Kreativitas

18 October 2026
masjid si pitung

Masjid Al Alam Marunda, Saksi Sejarah Islam di Pesisir Jakarta Utara

18 October 2026
Kisah Hijrah Dennis Lim, Tinggalkan Dunia Judi dan Menjadi Pendakwah

Kisah Hijrah Dennis Lim, Tinggalkan Dunia Judi dan Menjadi Pendakwah

18 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result