Struktur i-Motif juga cenderung muncul di daerah yang dikenal sebagai ‘promotor’ – area DNA yang mengontrol apakah gen dinyalakan atau dimatikan – dan di bagian telomere, penanda genetik yang terkait dengan penuaan.
“Kami menduga muncul dan menghilangnya struktur i-motif adalah petunjuk atau indikasi untuk apa mereka hadir,” tegas Zeraati. Dia menduga struktur baru ada untuk membantu mengaktifkan atau menonaktifkan gen tertentu. Struktur ini juga mempengaruhi apakah gen aktif dapat dibaca atau tidak,” tambahnya.
Sekarang, kata mereka, kita belum tahu pasti fungsi utama dari bentuk baru DNA ini ada di sel. Mereka percaya, penelitian-penelitian lanjutan akan menyingkap rahasia fisiologi dan biokimia dari varian struktur-struktur DNA dalam tubuh kita.
Penelitian lebih lanjut, jelas Zeraati, diharapkan juga memberi jawaban sangat penting terhadap fungsi lain dari varian struktur lainnya, temasuk A-DNA, Z-DNA, DNA tripleks, dan DNA salib juga.
“Konfirmasi fungsi DNA alternatif ini mungkin penting bagi pembentukan protein di dalam sel, selain untuk mengenali rangkaian DNA mereka dalam tugas dan fungsi eksistensi mereka dalam sel hidup,” pungkas Zeraati kepada ScienceAlert.
Di lain pihak, Zeraati juga tak menutup kemungkinan, pembentukan struktur ini punya perang sangat penting dalam menentukan fungsi normal dari sel-sel hidup berfungsi normal. ‘’Setiap penyimpangan dalam struktur i-Motif ini mungkin juga memiliki konsekuensi patologis tertentu bagi organisme pemiliknya.”
Penelitian ini, menurut Dinger, mendukung penelitian in vitro sebelumnya di laboratorium. Bahwa lipatan i-Motif terjadi di daerah yang mengatur gen. Yakni di ujung kromosom (telomere) yang dianggap berperan dalam penuaan, dan daerah promotor yang bertugas mengaktifkan dan menonaktifkan gen.
Tetapi, meskipun mengetahui beberapa wilayah di mana lipatan ini terbentuk, para peneliti belum tahu gen mana yang dilipat, serta apa yang terjadi ketika pembentukan struktur ini terganggu.
Terapi Anti Kanker
“Ada begitu banyak genom yang tidak kita pahami, mungkin sekitar 99%,” kata Dinger. Melihat DNA dilipat seperti ini di sel-sel hidup, lanjutnya, “memungkinkan untuk memecahkan kode bagian-bagian genom dan memahami apa yang mereka lakukan.”
“Saya sudah lama menunggu hasil riset seperti ini,” kata Hurley Laurence Hurley, seorang profesor di University of Arizona dan Kepala Riset Reglagene, sebuah perusahaan yang mendesain molekul terapeutik untuk menargetkan DNA beruntai empat seperti i-motif.
Kepada Live Science, Hurley menjelaskan, lipatan aneh i-Motif bisa ada di setiap sel kita. Apalagi, genom memiliki lebih sedikit lipatan dibandingkan dengan DNA yang terbentuk secara teratur. Ada indikasi, struktur i-Motif yang mengikat asam amino lebih spesifik, menjadi kunci pencarian obat dan tindakan anti kanker.
Satu masalah dengan pengobatan kanker, jelas Hurley, adalah bahwa mereka tidak cukup selektif dalam menargetkan peregangan DNA yang bermasalah. Maka, dia berharap, temuan ini memberikan landasan yang kuat untuk membuat lompatan dan terobosan dalam upaya pengobatan dan pencegahan sejumlah penyakit kanker di masa depan.[Dedi Junaedi]


















