Kudus, Gontornews — Pimpinan Cabang Ikatan Keluarga Pondok Modern (PC IKPM) Gontor Kudus pada Sabtu (3/10/2026) merefleksikan kembali rasa syukur atas perjalanan 100 tahun Gontor di Aula Pertemuan Jenang Mubarok, Kudus, Jawa Tengah. Acara Tasyakuran Pascaperingatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor ini pun diikuti oleh para masyayikh, anggota PC IKPM Gontor Eks Karesidenan Pati, serta rombongan Pimpinan Pusat IKPM Gontor.
Dilansir ppikpm.gontor.ac.id kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan dan tilawatul Qur’an yang dipimpin Ustadz H Kamal Muqoddas. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Oh Pondokku. Suasana tasyakuran semakin hangat melalui rangkaian sambutan, refleksi perjalanan 100 tahun Gontor, pesan dan nasihat, hingga doa dan penutup.
Ketua PC IKPM Gontor Eks Karesidenan Pati, Ustadz Subaskoro SIKom menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tasyakuran menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan panjang Gontor sekaligus mensyukuri berbagai nilai pendidikan yang telah diwariskan kepada para santri dan alumninya.
Dalam sesi refleksi 100 Tahun Gontor, disampaikan pula bahwa alumni telah menerima warisan nilai-nilai Gontori selama berada di pondok. Setelah kembali ke tengah masyarakat, nilai tersebut perlu diaktualisasikan melalui peran dan kontribusi nyata. Apa yang dilakukan alumni pada masa kini diharapkan dapat menjadi transformasi yang terus diwariskan dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pesan dan nasihat Ketua I PP IKPM Gontor, Ustadz H Saepul Anwar MPd yang menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Ustadz Saepul menyoroti kuatnya ikatan emosional yang dibangun di Gontor melalui kehidupan santri yang terbiasa menjalankan berbagai aktivitas secara bersama-sama. Ikatan tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan kuatnya hubungan antarsantri dan alumni, sebagaimana terlihat dalam antusiasme berbagai kegiatan alumni, termasuk Reuni Akbar.
Al Ustadz Saepul Anwar pun mengaitkan perjalanan pendidikan Gontor dengan kandungan QS. At-Taubah ayat 122, khususnya semangat tafaqquh fi ad-din dan kewajiban memberikan peringatan kepada masyarakat setelah kembali dari proses pembelajaran. Orientasi tersebut menjadi bagian dari karakter pendidikan Gontor yang tidak hanya membentuk seseorang untuk memahami agama, tetapi juga mempersiapkannya agar mampu memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Ditekankannya bahwa keberlangsungan kurikulum Gontor hingga saat ini tidak terlepas dari proses pendidikan yang terus menghasilkan alumni dengan kiprah di berbagai bidang dan tingkatan masyarakat. Alumni dididik untuk menjadi pemimpin sekaligus pembina, dengan kemampuan membina yang dilandasi nilai dan tanggung jawab.
“Keberlangsungan organisasi IKPM Gontor ditopang oleh sejumlah pedoman yang menjadi acuan bersama, yaitu Rencana Strategis (Renstra), Tata Kelola, Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART),” ulas sang guru.
Melalui tasyakuran ini, diharapkan peringatan seratus tahun Gontor tidak berhenti sebagai momentum mengenang perjalanan sejarah, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat kembali komitmen alumni dalam menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan.
Silaturahmi antara masyayikh, alumni, dan PP IKPM Gontor diharapkan terus menjadi sarana untuk menyambungkan nilai, memperkuat ukhuwah, serta memastikan kebermanfaatan pendidikan Gontor dapat terus dirasakan oleh masyarakat dan generasi mendatang. []
























