pesanan-baju-kaos
33 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 28 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Muamalah Ekonomi

Kenal Akad Syariah Yuukk

Ratna Komalasari, Peneliti Sakinah Finance

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
7 years ago
in Ekonomi
0
Zakat, Memadam Dendam dalam Kelam

Jakarta, Gontornews — Perkembangan industri perbankan dan industri halal di Indonesia kian meningkat. Sejak diterbitkannya Global Islamic Economy Indicator Indonesia sudah masuk ke dalam jajaran top 10 GIEI. Sektor-sektor yang ada di GIEI ini mencakup industri keuangan syariah, makanan halal, pariwisata halal, pakaian syar’i, media, kosmetik dan obat-obatan.

Dengan mengakumulasikan seluruh sektor tersebut Indonesia memperoleh skor yang cukup tinggi, yaitu 43,45 pada angka GIEI. Angka yang semakin tinggi menunjukkan peringkat yang semakin baik pada sektor-sektor halal di angka indeks ini. Angka indeks tersebut menunjukkan ppeningkatan yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2014 yang skor GIEI pada tahun tersebut berada di angka 33,76.

Jika dibandingkan dengan tahun 2014, sektor keuangan syariah di tahun 2018 mengalami peningkatan sebanyak 27%. Begitupun dengan industri makanan halal yang meningkat sebanyak 33%. Di antara seluruh sektor yang masuk dalam ranking ini, sektor industri halal menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan karena peningkatannya hampir lima puluh persen, yaitu 46%. Begitupun dengan pakaian yang meningkat 44%. Walaupun memiliki porsi yang relatif rendah di antara sektor-sektor lainnya, tetapi peningkatannya relatif tinggi bahkan mencapai 50%. Terakhir adalah sektor kosmetik dan farmasi yang peningkatannya paling sedikit, yaitu 0,6%.

Seluruh akumulasi dari ranking tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki potensi dalam pengembangan industri halal. Setelah kamu tahu fakta-fakta bahwa peringkat Indonesia berada dalam jajaran top 10 dunia dalam pengembangan industri halal tentu kita selayaknya bisa merasa bangga tetapi terus berusaha untuk mengejar ketertinggalan. Malu dong dengan sebutan ‘negara yang populasi penduduk Muslimnya terbanyak di dunia’, tapi masih belum maksimal capaian industri halalnya.

BACA JUGA

LPNU Jakarta Pusat Adakan Diskusi NGOPI Bahas Penguatan Ekonomi Umat

Pembukaan ISEF 2026, Bank Indonesia Luncurkan Tiga Program Peningkatan Ekonomi Syariah

Darussalam Global Charity Resmi Berstatus LAZ Nasional

BI-Kemenag-UNIDA Gontor Gelar Sekolah Wakaf

KUII Ke-8: BAZNAS Komitmen Perkuat Peran Zakat untuk Pemberdayaan Mustahik

Tetapi sebenarnya bukan karena malu kenapa kita harus meningkatkan industri halal. Jumlah populasi Muslim yang banyak akan menjadi sebab tingginya permintaan produk-produk dari indusri halal, bayangkan saja dari sejak lahir hingga mau meninggal dunia, pastinya banyak sekali kebutuhan seorang Muslim dari sektor – sektor industri halal. Sayangnya, perkembangan industri halal yang masih cukup rendah ini berdampak pada persediaan yang tersedia belum cukup memenuhi kebutuhan pasar.

Walaupun dengan kondisi tersebut sebenarnya ada beberapa alasan kenapa produk halal ini bisa menjadi tinggi harganya. Alasan utamanya adalah proteksi yang dibuat oleh sistem syariah, sehingga walaupun harganya sedikit lebih mahal tetapi sudah memproteksi kita dari hal-hal yang dilarang dan diperintahkan oleh Allah SWT. Selain itu ada keunikan dalam bisnis dan utang-piutang dalam Islam seperti sebagai berikut.



Memisahkan antara transaksi hutang-piutang dan investasi

Masih ingat dengan teori tentang investasi dalam ekonomi? Investasi didefinisikan sebagai penempatan sejumlah dana dengan harapan mendapatkan keuntungan. Bagaimana dengan hutang-piutang uang? Hutang-piutang didefinisikan sebagai memindahkan sejumlah dana yang akan dibayar kembali baik secara berkala atau secara lunas. Dari definisi keduanya terlihat berbeda. Di mana, investasi ada harapan untuk adanya keuntungan sedangkan utang-piutang tidak ada harapan adanya tambahan dari sejumlah dana yang dipinjamkan.
Secara lebih mendalam salah satu kampanye dari ekonomi syariah adalah untuk memberantas riba. Riba sendiri adalah tambahan dari transaksi utang-piutang. Jadi kalau kamu meminjam uang kepada teman atau kepada siapapun dan diminta menambah sekian persen dari total hutang harus dicurigai sebagai riba. Selain itu utang-piutang dalam Islam tergolong ke dalam transaksi tolong menolong. Sehingga kurang tepat jika transaksi tolong menolong ini dikenakan tarif tertentu. Sedikit dihubungkan ke zakat, kalau kamu melihat salah satu dari delapan asnaf (penerima) zakat adalah orang yang memiliki hutang. Hutang yang dimaksud disini adalah hutang karena belum bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga harus berhutang. Karena belum bisa memenuhi batas kebutuhan wajar, jalan keluarnya adalah berhutang. Dengan rasionalisasi seperti itu, apa menjadi tepat kalau orang yang berhutang tetapi dikenakan biaya tambahan saat pengembalian? Lain halnya dengan investasi. Investasi dalam Islam tidak tergolong pada transaksi tolong menolong dalam konteks kesulitan, melainkan mengharapkan keuntungan.

Dari kedua konsep tersebut sudah jelas salah satu keunikan dari sistem ekonomi syariah adalah membedakan antara transaksi utang-piutang dengan transaksi bisnis. Implikasi dari mengetahui perbedaan tersebut adalah boleh tidaknya untuk mengambil keuntungan darinya. Jika termasuk transaksi simpan-pinjam maka tidak boleh mengambil keuntungan. Tetapi jika transaksi bisnis maka diperbolehkan untuk mengambil keuntungan.

Yang terlarang dalam bisnis syariah
Ketika saya masih aktif berorganisasi di Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) PROGRES Tazkia, transaksi – transaksi yang dilarang disebut “Maghrib” (belakangan ini istilah ini dilarang dipakai di komunitas Sakinah Finance lantaran nama ini indentik dengan nama shalat “Maghrib”, yah kurang baiklah. Tapi sebentar, MaGhRib sendiri adalah akronim dari maysir, gharar dan riba. Sebelum menjelaskan hal tersebut, kamu perlu mengetahui konsep haram dalam Islam.

Islam mengenal konsep halal dan haram untuk membatasi tentang apa-apa saja yang boleh dan dilarang untuk dilakukan seorang Muslim. Keharaman ada dua jenis, yang pertama disebabkan oleh zatnya seperti bangkai, babi, darah dan hewan yang disembelih bukan atas nama Allah. Jadi semua hal termasuk transaksi bisnis yang berhubungan dengan hal tersebut akan menjadi dilarang. Jenis keharaman yang kedua adalah haram lighairihi atau haram yang disebabkan bukan karena dzatnya melainkan karena sebabnya. Haram lighairihi sering juga disebut sebagai haram sababi (penyebabnya), keharaman sesuatu yang disebabkan oleh metode untuk mendapatkannya. Misalnya kamu makan bakwan, tetapi bakwan itu diperoleh dengan cara mencuri maka bakwan tersebut menjadi haram bukan karena zatnya melainkan karena metode untuk mendapatkannya yang tidak dibenarkan dalam Islam.

Selain itu ada beberapa jenis haram lighairihi yang wajib kamu ketahui untuk kebutuhan sehari-hari khususnya dalam bisnis. Ingat akronim tadi, yang pertama adalah maysir. Maysir lebih umum dikenal sebagai transaksi dalam perjudian. Tetapi secara umum maysir merupakan sebuah permainan yang ada sejumlah pemindahan materi dari pihak yang kalah ke pihak yang menang. Kedua adalah gharar, gharar lebih dikenal dengan transaksi yang tidak memiliki kepastian. Kedidakpastian di sini mencakup objek dan subjek dalam transaksi muamalah seperti jual beli.

Sebagaimana yang disebutkan dalam QS Al-Maidah (5): 90, transaksi judi dan transaksi yang gharar dilarang dalam Islam. Terakhir adalah riba, kalau ini erat kaitannya dengan konsep diferensiasi antara utang-piutang dan investasi yang dijelaskan di atas, lihat QS Ali Imran (3): 130.
Jadi, yang dilarang dalam bisnis syariah itu setidaknya ada tiga. Pertama maysir kedua gharar dan ketiga riba. Demikian, semoga manfaat. Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah! []

Tags: Hutang PiutangInvestasiKampung zakatTransaksi
Share44Tweet28Send
Previous Post

Gratiskan Biaya Sertifikasi Halal untuk Usaha Kecil, Ini Penjelasan Wapres!

Next Post

PT BPR Citra Artha Sedana Cikarang Pelatihan Softskill “Personal & Team Work Motivation

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

22 October 2026
HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

23 October 2026
Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

26 October 2026
Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

24 October 2026
Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

0
Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

0
Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

0
Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Said Nursi di Yayasan Nur Semesta

IQT UNIDA Gontor Pelajari Said Nursi di Yayasan Nur Semesta

0
Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

27 October 2026
Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

27 October 2026
Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

26 October 2026
Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

26 October 2026
Rupiah Goes to School Program Inspiratif GenBI UNIDA Gontor

Rupiah Goes to School Program Inspiratif GenBI UNIDA Gontor

26 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result